TRABASNEWS – Musibah tanah longsor menimpa puluhan prajurit Marinir TNI Angkatan Laut yang sedang menjalani latihan pratugas di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sebanyak 23 personel dilaporkan tertimbun material longsor akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Bandung Barat selama dua malam berturut-turut. Kondisi tanah yang jenuh air memicu longsoran besar pada dini hari, disertai aliran lumpur yang menerjang area latihan dan permukiman warga sekitar.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa hingga saat ini empat prajurit Marinir telah ditemukan dalam kondisi gugur. Sementara itu, 19 personel lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Para prajurit tersebut diketahui tengah mengikuti latihan pratugas sebagai bagian dari persiapan pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini. Lokasi latihan berada di kawasan perbukitan yang terdampak langsung oleh longsor.
Proses evakuasi menghadapi berbagai kendala, mulai dari akses jalan yang terputus hingga kondisi tanah yang masih labil. Untuk mempercepat pencarian korban, tim SAR gabungan memanfaatkan teknologi drone thermal serta anjing pelacak, di samping pencarian manual oleh personel di lapangan.
Selain menimpa prajurit TNI AL, bencana longsor juga berdampak pada masyarakat sekitar. Sejumlah rumah warga tertimbun material tanah dan lumpur, serta infrastruktur mengalami kerusakan cukup parah.
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Aparat TNI, Polri, BPBD, serta relawan terus disiagakan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan dampak bencana.
Upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh petugas di tengah cuaca yang belum sepenuhnya membaik.
Sumber: Surya Malang

















