TRABASNEWS — Pemerintah Kota Medan mencatat ratusan rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah pada 27 November 2025 lalu. Berdasarkan data terbaru, total 242 unit rumah terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Wali Kota Medan, Rico Waas, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, 99 rumah masuk kategori rusak ringan, 67 unit mengalami rusak sedang, sementara 76 rumah lainnya tercatat rusak berat. Pemkot Medan, kata Rico, telah menyalurkan bantuan awal sekaligus melakukan pendampingan kepada warga yang terdampak.
“Pemerintah kota terus hadir memberikan bantuan kepada masyarakat, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan secepat dan setepat mungkin,” ujar Rico, Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga meminta seluruh daerah untuk melakukan pendataan kerusakan secara rinci dan akurat. Data tersebut menjadi dasar utama dalam percepatan realisasi bantuan pascabencana.
“Dalam rapat bersama pemerintah pusat, fokus utama adalah percepatan penanganan pascabanjir serta validasi data kerusakan rumah warga agar bantuan dapat segera disalurkan,” katanya.
Selain permukiman warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum. Total kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp174,6 miliar.
Berdasarkan catatan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Medan, sekitar 13 kilometer ruas jalan dan 2 kilometer saluran drainase mengalami kerusakan berat. Tak hanya itu, sepanjang 205 meter trotoar tercatat rusak sedang, sementara 460 meter jembatan dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Pemkot Medan memastikan penanganan infrastruktur dan permukiman warga akan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.
Sumber: Detik

















