TRABASNEWS – Sebanyak 23 perwira tinggi (pati) TNI Angkatan Darat resmi memperoleh kenaikan pangkat dalam upacara Laporan Korps yang digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (26/8). Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Menurut keterangan resmi dari Dinas Penerangan TNI AD, kenaikan pangkat ini merupakan bentuk apresiasi negara atas dedikasi, prestasi, dan kontribusi signifikan para pati dalam menjalankan tugas-tugas strategis, baik di dalam maupun di luar struktur militer.
Dalam sambutannya, Jenderal Maruli menekankan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang membawa konsekuensi tanggung jawab lebih besar.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh perwira tinggi yang hari ini menerima kenaikan pangkat. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, loyalitas, dan kepemimpinan dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar KSAD.
Ia juga menekankan pentingnya sikap teladan dari para pati terhadap prajurit di satuan masing-masing, baik dalam hal kedisiplinan, kinerja, maupun perhatian terhadap kesejahteraan personel dan keluarganya.
Daftar Lengkap 23 Pati yang Naik Pangkat
Dari total 23 perwira tinggi yang naik pangkat satu tingkat lebih tinggi, enam di antaranya kini berpangkat Mayor Jenderal (bintang dua), sementara 17 lainnya menjadi Brigadir Jenderal (bintang satu).
Pati di Dalam Struktur TNI:
Mayor Jenderal TNI:
Tato Hadiyan
Abdul Rahman Said
Brigadir Jenderal TNI:
Wawan Setiawan
Edi Yusnandar
Tyas Koesharjadi P.
Tri Haksoro
Ari Prasetya
Anggiat Napitupulu
Surya Wibawa Suparman
Abdul Hanis
Hendro Cahyono
Raffles Manurung
Pati di Luar Struktur TNI:
Mayor Jenderal TNI:
Febriel Buyung Sikumbang
Dody Triwinarto
Benyamin
Bondan Widiawan
Brigadir Jenderal TNI:
Charles Yohanes Alling
Hendri Wijaya
Mahmud Riadinata
Reza Nur Patria
Suwadi
Wawan Subarjo
Tomy Arvianto
Kenaikan pangkat ini dinilai sebagai wujud regenerasi serta bagian dari penguatan organisasi TNI AD dalam menjawab tantangan pertahanan ke depan.
Sumber: Indonesiadefense