TRABASNEWS – Aksi penjarahan terjadi di sejumlah minimarket dan swalayan di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Sumatera Utara, setelah banjir besar yang melanda sejak 25 November 2025 membuat warga kesulitan memperoleh kebutuhan pokok.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak puluhan warga memasuki sebuah supermarket di kawasan Sarudik. Rak-rak tampak kosong karena warga mengambil beras, mi instan, air mineral, serta bahan kebutuhan sehari-hari lainnya. Suasana terlihat kacau akibat kerumunan warga yang berupaya mendapatkan persediaan makanan.
Sejumlah unggahan warganet menyebutkan bahwa bantuan logistik datang terlambat, sementara wilayah terdampak masih terisolasi akibat banjir dan longsor. “Kebutuhan makan sudah menipis. Masyarakat yang jadi korban banjir dan longsor terpaksa mengambil barang dari toko karena tidak ada pilihan lain,” demikian narasi yang beredar pada salah satu akun media sosial.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kota Sibolga. Dalam video lainnya, tampak warga yang terdampak banjir memasuki sebuah minimarket untuk mengambil kebutuhan pokok. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan makanan sejak banjir melanda dan bantuan belum merata.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan sekaligus berupaya mempercepat penyaluran bantuan ke lokasi-lokasi yang terdampak parah. Beberapa daerah masih sulit dijangkau akibat akses yang terputus oleh banjir dan longsor.

















