ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem tak dapat menahan air mata ketika mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah kepala daerah yang dinilai tidak hadir untuk rakyat saat bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang Aceh pada akhir November 2025.
Dalam wawancara bersama jurnalis Najwa Shihab di kanal YouTube Narasi TV, Mualem menyebut ada seorang bupati yang justru pergi ke Medan, Sumatera Utara, untuk berkaraoke ketika wilayahnya sedang dilanda bencana.
“Dalam situasi seperti ini, dia malah lari ke Medan, karaoke,” ujar Mualem dalam percakapan tersebut. Najwa kemudian menanyakan kembali untuk memastikan pernyataan itu, dan Mualem membenarkannya.
Sindiran untuk Kepala Daerah yang Dinilai Tak Bertanggung Jawab
Mualem menegaskan, pemimpin tidak seharusnya meninggalkan masyarakat di tengah situasi darurat. Ia menyebut ada kepala daerah yang merasa kewalahan, bersikap acuh, bahkan terkesan ingin lepas tangan.
Menurutnya, ketika rakyat dalam kesulitan, pejabat daerah wajib berada di lapangan, bukan mencari hiburan atau meninggalkan wilayahnya.
“Kalau ada bupati di Aceh yang bersikap cengeng seperti itu, lebih baik mundur saja,” kata Mualem dengan nada tegas.
Pemimpin Dipilih untuk Mengabdi
Mualem juga mengingatkan bahwa kepala daerah adalah amanah rakyat. Jabatan itu, tegasnya, diberikan bukan untuk dinikmati, melainkan untuk melayani dan melindungi masyarakat.
“Pemimpin dipilih untuk bekerja, bukan lari ketika rakyatnya susah,” tambahnya.
Pernyataan keras Mualem tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap sejumlah pejabat daerah di Aceh yang dinilai tidak hadir saat bencana terjadi. Kasus bupati yang pergi ke Medan untuk karaoke serta bupati Aceh Selatan yang berangkat umrah ketika daerahnya banjir menjadi perhatian nasional beberapa hari terakhir.
Sumber: Kompas


















