TRABASNEWS – Pemerintah Kota Medan memutuskan untuk mengembalikan bantuan kemanusiaan yang berasal dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) bagi korban banjir di wilayah tersebut. Bantuan yang dikembalikan meliputi 30 ton beras, ratusan paket sembako, perlengkapan bayi, serta perlengkapan ibadah.
Wali Kota Medan, Rico Waas, menjelaskan keputusan itu diambil setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurutnya, saat ini pemerintah pusat masih aktif menyalurkan bantuan logistik dan dukungan pemulihan pascabanjir di Kota Medan.
“Setelah berkoordinasi dengan BNPB, kami menilai bantuan dari pemerintah pusat masih mencukupi untuk penanganan banjir. Karena itu, diputuskan bantuan dari UEA dikembalikan,” ujar Rico, Kamis (18/12).
Rico menegaskan seluruh bantuan tersebut belum sempat disalurkan kepada warga terdampak dan dikembalikan dalam kondisi lengkap. Ia juga menyampaikan bahwa mekanisme pengembalian akan menyesuaikan dengan ketentuan dari pihak UEA.
“Bantuannya utuh dan lengkap. Soal teknis pengembalian, nanti akan disesuaikan dengan mekanisme dari UEA,” katanya.
Saat disinggung apakah ada arahan atau teguran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumatra Utara terkait hal tersebut, Rico tidak memberikan penjelasan rinci. Namun ia menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas pihak.
Meski demikian, Pemko Medan tetap menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah UEA atas kepeduliannya terhadap warga Medan yang terdampak banjir.
“Kami tetap mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari UEA. Keputusan pengembalian ini murni karena pertimbangan koordinasi dan efektivitas penyaluran bantuan,” ucapnya.
Diketahui, banjir melanda 19 kecamatan di Kota Medan akibat hujan deras yang terjadi pada akhir November lalu. Bantuan dari UEA sebelumnya diserahkan secara simbolis oleh Wakil Duta Besar UEA di Posko Bantuan Bencana Kota Medan.

















