TRABASNEWS – Keberanian luar biasa prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kembali mendapat pengakuan. Panglima Kopassus Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi menganugerahkan Sangkur Perak kepada sejumlah prajurit berprestasi yang dinilai menunjukkan dedikasi melampaui tugas pokoknya.
Penghargaan tersebut diberikan dalam sebuah upacara resmi sebagai bentuk apresiasi atas keteladanan, loyalitas, dan keberanian prajurit Korps Baret Merah. Dari sejumlah penerima, dua prajurit hadir langsung menerima penghargaan, yakni Sersan Mayor Wardoyo dan Sersan Mayor Edi Sutono. Sementara enam prajurit lainnya menerima penghargaan di lokasi penugasan masing-masing.
Dalam amanatnya, Letjen TNI Djon Afriandi menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya kepada para prajurit yang telah menorehkan prestasi gemilang. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan institusi atas pengabdian yang dilakukan dengan tulus dan penuh tanggung jawab.
“Teruslah mengabdi dengan sepenuh hati, bekerja secara profesional, tulus, dan ikhlas dalam setiap penugasan,” ujar Djon Afriandi.
Salah satu kisah yang menjadi sorotan utama adalah aksi heroik Serma Edi Sutono saat mengikuti Latihan Bersama DOLPHINE XVI-2024. Dalam latihan tersebut, Edi melaksanakan penerjunan free fall dari ketinggian 10.000 kaki secara tandem bersama prajurit Special Operations Command (SOCOM) Filipina, Sersan Sabado.
Situasi darurat terjadi saat keduanya berada di ketinggian sekitar 3.000 kaki. Edi menyadari rekan tandemnya mengalami kehilangan kesadaran di udara. Tanpa ragu dan mengabaikan keselamatan pribadi, Edi segera bermanuver cepat mengejar rekannya yang dalam kondisi tidak terkendali.
Dalam waktu yang sangat terbatas, ia berhasil menjangkau dan menarik tuas payung utama milik Sersan Sabado hingga mengembang sempurna, menyelamatkan nyawa rekannya dari ancaman fatal.
Namun, tindakan penyelamatan tersebut berdampak besar bagi dirinya sendiri. Edi kehilangan ketinggian aman untuk membuka parasut. Saat berupaya mengembangkan payung utama, parasut tidak berfungsi sempurna. Upaya membuka parasut cadangan pun mengalami kendala serupa.
Akibatnya, Serma Edi Sutono mengalami pendaratan keras setelah menghantam pepohonan sebelum jatuh ke tanah. Meski demikian, nyawa rekannya berhasil diselamatkan berkat keberanian dan keteguhan hatinya.
Atas aksi luar biasa tersebut, pimpinan TNI menilai Serma Edi Sutono layak menerima Sangkur Perak, penghargaan tertinggi di lingkungan Kopassus bagi prajurit yang menunjukkan keberanian, pengorbanan, dan dedikasi luar biasa.
Selain Edi Sutono, Sangkur Perak juga diberikan kepada prajurit Kopassus lainnya yang berhasil menorehkan prestasi menonjol dalam berbagai operasi dan penugasan strategis, termasuk di wilayah Papua.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh prajurit TNI untuk terus mengedepankan profesionalisme, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sumber: Kompas

















