TRABASNEWS— Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api Jalan Sofyan Zakaria, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (21/1/2026) petang. Sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1657 ABP tertabrak kereta api penumpang relasi Rantau Prapat–Medan, mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan satu korban lainnya dalam kondisi kritis.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, bertepatan dengan waktu Maghrib. Mobil Avanza diketahui melaju dari arah Kelurahan Tebingtinggi menuju Kelurahan Bagelen saat melintasi jalur rel.
Menurut keterangan warga sekitar, sopir mobil diduga kurang memperhatikan situasi di perlintasan. Beberapa saksi menyebutkan pengemudi terlihat menggunakan telepon genggam ketika mendekati rel, meskipun kereta api telah melintas dengan kecepatan tinggi.
“Sudah ada warga yang melambaikan tangan memberi peringatan, tapi tidak dihiraukan,” ujar Iman (35), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Sesaat setelah mobil berada tepat di tengah lintasan, kereta api menghantam kendaraan tersebut dengan keras. Mobil Avanza terseret sejauh kurang lebih 150 meter sebelum akhirnya terlempar keluar dari rel dalam kondisi terbalik. Teriakan penumpang terdengar sebelum kendaraan berhenti di area sekitar jalur kereta.
Petugas kepolisian dari Polres Tebingtinggi tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB untuk melakukan evakuasi. Proses penyelamatan berlangsung dramatis dan disaksikan ratusan warga. Para korban sementara dievakuasi ke area kebun karet sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
Dari total korban, dua di antaranya diketahui masih anak-anak. Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap para korban belum diumumkan. Polisi menemukan dua kartu identitas di lokasi kejadian yang menunjukkan domisili korban berasal dari wilayah Delitua, Kabupaten Deliserdang.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk kondisi perlintasan dan kelalaian pengemudi.
Sumber: Waspada.id


















