TRABASNEWS — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi fiskal negara. Sebaliknya, langkah tersebut justru dianggap sebagai sinyal positif bagi pasar modal Indonesia.
Menurut Purbaya, keputusan mundur tersebut tidak berkaitan dengan beban keuangan negara. Ia menegaskan bahwa perubahan di jajaran pimpinan BEI tidak berpengaruh terhadap fiskal pemerintah.
“Nggak ada (dampaknya). Saya untung kalau dia mundur, bukan saya yang bayar juga gajinya. Nggak ada juga (dampaknya) ke fiskal. Ini justru sinyal yang positif,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/1).
Ia menilai pengunduran diri Iman Rachman mencerminkan respons cepat terhadap gejolak pasar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam. Langkah tersebut, kata Purbaya, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan pasar modal.
“Artinya, investor di pasar modal maupun di riil sektor lihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi, yang tadinya ragu-ragu mestinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan lebih baik,” katanya.
Purbaya juga menyinggung bahwa pengunduran diri Dirut BEI merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kesalahan yang dinilai fatal, yakni tidak menindaklanjuti masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hal tersebut disebut menjadi salah satu pemicu koreksi tajam IHSG.
“Dia tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan fatal yang menyebabkan koreksi tajam. Jika tidak segera diperbaiki, ini bisa menimbulkan kesan ekonomi tidak stabil,” ujar Purbaya.
Di sisi lain, Purbaya memandang anjloknya IHSG juga dapat menjadi peluang bagi investor yang memahami kondisi pasar. Menurutnya, harga saham yang turun justru membuka kesempatan untuk melakukan pembelian.
“Wah ini positif, kalau orang yang ngerti mah. Kalau yang ngerti mah bye, serok-serok,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, IHSG sempat mengalami penurunan signifikan setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara terhadap sejumlah perlakuan indeks saham Indonesia. Kondisi tersebut turut mendorong penghentian sementara perdagangan di bursa dalam beberapa hari terakhir.
Sumber: CNN Indonesia


















