TRABASNEWS – Yayasan Pendidikan Islam Baitul Quran Deli Serdang berharap adanya bantuan dari para dermawan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan serta kenyamanan para santri yang sebagian besar merupakan anak yatim piatu dan dhuafa.
Bendahara Yayasan Pendidikan Islam Baitul Quran, Ibu Zulfi Sahrita, mengatakan yayasan tersebut telah berdiri sejak tahun 2021 dengan tujuan memberikan pendidikan dan tempat tinggal bagi anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
“Sekitar 85 persen santri kami adalah anak yatim piatu dan dhuafa yang mondok dan belajar di sini,” ujar Zulfi Sahrita.

Yayasan Pendidikan Islam Baitul Quran berlokasi di Jalan Bandar Labuhan, Dusun 3, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang. Saat ini, yayasan menampung 92 siswa dengan jumlah kamar hanya 16 kamar, di mana 80 santri merupakan anak yatim. Setiap kamar diisi oleh 10 hingga 12 santri, sehingga kondisi tempat tinggal dinilai masih sangat terbatas.
Menurut Zulfi, yayasan sangat membutuhkan tempat tidur bertingkat dan lemari pakaian berbahan besi untuk penyimpanan barang santri. Selain itu, kondisi kamar juga masih minim fasilitas penunjang kenyamanan.
“Kami belum memiliki kipas angin, sehingga saat cuaca panas anak-anak sangat kepanasan. Atap bangunan juga belum menggunakan asbes, jendela dan kusen masih kurang, serta banyak keran air dan pintu kamar mandi yang rusak,” jelasnya.
Masalah air bersih juga menjadi perhatian, karena yayasan membutuhkan mesin pompa air berkapasitas besar agar suplai air mencukupi kebutuhan seluruh santri. Saat ini, jumlah pengajar di yayasan mencapai 35 orang.
Tak hanya itu, fasilitas penunjang pendidikan juga masih sangat terbatas. Perpustakaan kekurangan buku pelajaran, belum tersedia laboratorium komputer, serta tidak memiliki laptop dan infocus yang sangat dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Fasilitas olahraga pun belum memadai, termasuk tiang dan gawang sepak bola untuk aktivitas santri.
Untuk kegiatan bersama, yayasan juga belum memiliki aula yang layak. “Lantai aula masih menggunakan plastik, kami berharap bisa dipasang keramik agar lebih nyaman,” tambah Zulfi.
Dalam operasional sehari-hari, yayasan menanggung seluruh kebutuhan makan santri, mulai dari sarapan pagi hingga makan siang dan malam, dengan biaya minimal mencapai Rp1 juta per hari. Seluruh kebutuhan logistik tersebut selama ini dipenuhi dengan upaya mandiri dari para pembina.
Selain itu, kami juga membutuhkan loudspeaker untuk menunjang kegiatan keagamaan dan pembinaan santri,” tuturnya.
Melalui kesempatan ini, pihak Yayasan Pendidikan Islam Baitul Quran Deli Serdang berharap adanya perhatian dan bantuan dari para dermawan, lembaga sosial, maupun pemerintah agar para santri dapat belajar dan tinggal dengan lebih layak serta nyaman.

















