TRABASNEWS – Ratusan siswa SMK HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 154 siswa menjalani perawatan di rumah sakit. Gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut dilaporkan muncul pada malam hari, beberapa jam setelah para siswa mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut, T. Agung Kurniawan, membenarkan adanya siswa yang dirawat. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Memang benar ada siswa yang dirawat di rumah sakit. Namun, saat ini belum dapat disimpulkan bahwa hal tersebut akibat kontaminasi makanan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, makanan MBG dikonsumsi para siswa sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB pada Senin (9/2/2026). Sementara keluhan kesehatan baru dirasakan pada malam harinya dan meningkat pada keesokan pagi.
“Kalau berdasarkan teori medis, biasanya reaksi akibat kontaminasi makanan muncul dalam waktu 3 sampai 4 jam setelah dikonsumsi. Namun, dalam kasus ini, gejala baru dirasakan pada malam hari. Karena itu, kami masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelasnya.
Menu yang disajikan pada hari tersebut terdiri dari nasi putih, ayam gulai, tahu goreng, selada, dan timun. Sampel makanan telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumut di Medan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sebagai langkah antisipasi, dapur penyedia MBG untuk sementara waktu ditutup sambil menunggu hasil investigasi. Tim BGN Sumut juga dijadwalkan turun langsung ke lokasi guna melakukan peninjauan dan evaluasi.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Jika nantinya terbukti berasal dari makanan yang kami distribusikan, tentu kami akan bertanggung jawab dan melakukan evaluasi menyeluruh,” tambahnya.
Peristiwa ini menambah daftar kasus dugaan keracunan makanan di lingkungan sekolah dalam beberapa waktu terakhir. Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Sumber: Tribun Medan

















