TRABASNEWS – Panglima TNI, Agus Subiyanto melakukan rotasi dan validasi organisasi terhadap sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, khususnya di tubuh TNI Angkatan Darat.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier prajurit agar struktur TNI tetap adaptif menghadapi dinamika tugas pertahanan negara.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa mutasi jabatan di lingkungan TNI merupakan hal yang lazim dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi.
“Mutasi jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang biasa, dalam rangka pembinaan karier prajurit dan kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, langkah rotasi dan validasi jabatan tersebut juga bertujuan agar organisasi TNI mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan tugas yang terus berkembang.
“Langkah ini dilakukan agar organisasi TNI tetap adaptif terhadap tantangan tugas yang dinamis,” kata Aulia.
Salah satu perubahan penting dalam rotasi tersebut adalah validasi jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya yang kini dijabat oleh Deddy Suryadi. Melalui validasi organisasi tersebut, pangkatnya meningkat dari mayor jenderal (Mayjen) menjadi letnan jenderal (Letjen).
Selain itu, sejumlah posisi strategis lainnya juga mengalami perubahan. Lucky Avianto ditunjuk sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III menggantikan Bambang Trisnohadi yang kini menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI.
Sementara itu, jabatan Pangdam XVII/Cenderawasih kini diemban oleh Febriel Buyung Sikumbang menggantikan Amrin Ibrahim yang mendapat penugasan baru sebagai tenaga ahli pengajar bidang strategi di Lemhannas.
Rotasi ini juga menyentuh berbagai posisi penting lainnya di lingkungan TNI AD, mulai dari jabatan staf strategis, komando wilayah, hingga jabatan pendidikan dan lembaga pertahanan negara.
Pihak Mabes TNI menegaskan bahwa seluruh keputusan mutasi tersebut telah melalui pertimbangan matang dan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI secara optimal.
“Setiap keputusan diambil berdasarkan pertimbangan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI,” kata Aulia.


















