TRABASNEWS – Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau yang dikenal sebagai Hercules, terlibat perdebatan langsung dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait terkait pengelolaan lahan kosong milik negara di kawasan Tanah Abang.
Perdebatan itu mencuat saat pemerintah berencana memanfaatkan lahan tersebut untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam pernyataannya, Maruarar menegaskan bahwa langkah pemerintah murni untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pengembang.
“Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang-pengembang dan sebagainya,” ujar Maruarar.
Menanggapi hal tersebut, Hercules menjelaskan bahwa pihaknya selama ini hanya mengelola lahan melalui skema hak pengelolaan lahan (HPL), bukan untuk memiliki.
Ia bahkan menegaskan kesiapannya menyerahkan lahan tersebut kepada negara apabila memang dibutuhkan untuk pembangunan.
“HPL itu untuk mengelola lahan, tapi bukan untuk memiliki. Kalau ini negara punya, hari ini pun saya serahkan,” tegas Hercules.
Diketahui, sejumlah lahan di kawasan Tanah Abang sebelumnya dikuasai oleh organisasi masyarakat yang dipimpin Hercules. Namun pemerintah kini berupaya mengambil alih untuk dimanfaatkan sebagai kawasan hunian rakyat.
Sosok Hercules sendiri dikenal sebagai tokoh yang berasal dari Timor Timur dengan nama asli Rosario de Marshall. Ia juga aktif memimpin organisasi kemasyarakatan dan kerap menjadi sorotan dalam berbagai isu sosial di ibu kota.
Sementara itu, pertemuan dan perdebatan ini menjadi perhatian publik karena menyangkut penataan aset negara serta upaya pemerintah menyediakan perumahan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sumber: Tribun




















