TRABASNEWS — Aksi perampokan bersenjata tajam terjadi di dalam angkutan kota (angkot) Morina 81 di Jalan KL Yos Sudarso, kawasan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Selasa (7/4/2026). Tiga perempuan menjadi korban dalam insiden menegangkan tersebut, sementara sejumlah penumpang memilih melompat dari kendaraan yang masih melaju demi menyelamatkan diri.
Salah seorang korban, Julia Pratiwi, mengatakan kejadian bermula saat dirinya menaiki angkot dari Simpang Kota Bangun menuju tempat kerja. Saat itu, di dalam kendaraan sudah ada lima penumpang lain.
“Awalnya suasana biasa saja. Setelah dua laki-laki turun, tiba-tiba satu pria yang masih di dalam angkot mengeluarkan parang dan langsung mengancam sopir,” ujar Julia, Rabu (8/4/2026).
Menurut Julia, pelaku yang mengenakan topi putih memaksa sopir tetap melaju dengan kecepatan tinggi sambil menodongkan senjata tajam. Pelaku kemudian merampas barang milik penumpang satu per satu.
“Perempuan yang duduk dekat pintu langsung menyerahkan handphone karena takut. Setelah itu pelaku mengincar penumpang lain,” katanya.
Korban kedua sempat melakukan perlawanan. Ia berteriak dan berusaha mempertahankan barang miliknya hingga terjadi pergumulan singkat dengan pelaku.
“Dia sempat melawan, bahkan sudah dekat pintu. Pelaku mendorongnya, jadi handphone korban itu tidak sempat diambil,” lanjut Julia.
Situasi di dalam angkot semakin mencekam ketika seorang penumpang pria diam-diam bergerak menuju pintu dan bersiap melompat keluar. Julia yang saat itu juga diancam parang akhirnya menyerahkan telepon genggamnya sebelum ikut melompat.
“Pelaku minta handphone saya sambil mengacungkan parang. Setelah saya kasih, saya langsung lompat bersama bapak itu. Angkot masih melaju kencang saat kami jatuh ke jalan,” ungkapnya.
Akibat insiden tersebut, Julia kehilangan handphone dan mengalami luka di beberapa bagian tubuh serta cedera kaki terkilir. Dua korban lain, Erika Vinesya Romauly dan Novianti Forman Tampubolon, juga mengalami kerugian serupa. Novianti bahkan mengalami luka akibat terjatuh saat menyelamatkan diri.
Peristiwa itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Julia berharap pelaku segera ditangkap agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya sudah buat laporan polisi. Informasinya angkot itu sudah ditemukan di daerah Amplas, tapi pelaku dan sopirnya belum diketahui keberadaannya,” tutupnya.
Polisi kini masih memburu pelaku dan menyelidiki kemungkinan keterlibatan sopir dalam aksi kejahatan tersebut.
Sumber : Mistar.id



















