TRABASNEWS – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan sebagai jalur alternatif menuju kawasan Berastagi, Kabupaten Karo. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi di jalur utama Medan-Berastagi.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, jalur alternatif tersebut dirancang untuk menjadi akses khusus bagi kendaraan wisata. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilakukan pada 2027 dan dilaksanakan secara bertahap hingga 2028-2029.
“Target maksimal pengerjaan intervensi fisik ini mulai berjalan pada 2027 hingga selesai pada 2028-2029,” kata Bobby saat menerima audiensi pengurus Ikatan Cendekiawan Karo (ICK) di Mikie Holiday Resort, Kabupaten Karo, Rabu (2/9/2026).
Menurut Bobby, jalur baru nantinya akan diprioritaskan bagi kendaraan wisata dengan ketentuan roda enam ke bawah. Sementara kendaraan pengangkut logistik tetap diarahkan menggunakan jalur utama Jalan Jamin Ginting.
“Jalur alternatif ini difokuskan untuk kendaraan wisata atau roda enam ke bawah. Sementara jalur logistik tetap kami arahkan melewati rute utama Jalan Jamin Ginting,” ujarnya.
Selain membangun jalur alternatif, Pemprov Sumut tetap mendorong rencana pembangunan Tol Medan-Berastagi agar masuk dalam cetak biru pembangunan nasional yang dirancang pemerintah pusat melalui Bappenas.
Namun, Bobby menyebut pembangunan jalan tol membutuhkan proses dan waktu yang panjang. Karena itu, pemerintah daerah memilih melakukan langkah yang dapat dikerjakan lebih cepat dengan membenahi sejumlah ruas jalan yang telah tersedia.
Intervensi tersebut mencakup ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten di wilayah Deli Serdang dan Karo.
Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Sumatera Utara, Chandra Dalimunthe, menjelaskan sejumlah pekerjaan teknis yang telah disiapkan.
Salah satu rencana utama adalah peningkatan jalur Medan-Namorambe-Sembahe yang dimulai dari kawasan Hairos atau Simpang Poci di Jalan Jamin Ginting.
Ruas tersebut memiliki panjang sekitar 18 kilometer dan direncanakan mengalami perubahan status menjadi jalan provinsi. Lebar jalan existing yang saat ini sekitar 4 meter juga akan ditingkatkan menjadi 6 hingga 8 meter.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan overpass serta sudetan di kawasan Sembahe. Proyek tersebut mencakup pembukaan jalan baru sepanjang sekitar 330 meter dan pembangunan overpass sepanjang 82 meter menuju kawasan Tandu Benua.
Pembangunan itu diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi tanjakan tajam yang selama ini menjadi salah satu persoalan dalam perjalanan menuju Berastagi.
Tak hanya itu, Pemprov Sumut juga merancang pembangunan rest area dengan konsep terbuka di kawasan Suka Nalu. Lokasinya berada pada jalur sepanjang sekitar 14 kilometer menuju SMKN Murni.
Rencana pengembangan akses kemudian dilanjutkan dengan pembuatan trase baru sepanjang 3,8 kilometer dari Sibiru-biru menuju kawasan Pertamina/Simpang Ketaren.
Jika seluruh rencana tersebut direalisasikan, total panjang ruas jalan yang akan mendapatkan intervensi diperkirakan mencapai sekitar 28 kilometer.
Pembenahan akses jalan juga dibarengi dengan rencana penataan sejumlah kawasan wisata di Berastagi. Pemerintah provinsi menargetkan pembenahan dilakukan secara menyeluruh, termasuk di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi dan Tugu Perjuangan Berastagi.
Bobby menegaskan, pemerintah tidak berencana membangun pusat komersial berskala besar seperti mal maupun hotel di kawasan tersebut.
Fokus pemerintah adalah memperbaiki fasilitas dasar yang mendukung kenyamanan wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin intervensi kawasan ini memberikan dampak ekonomi (positive spillover) bagi masyarakat lokal, mirip seperti yang kami lakukan saat meremajakan kawasan Kota Lama Medan,” ujar Bobby.
Rencana pembangunan jalur alternatif tersebut mendapat respons positif dari Ikatan Cendekiawan Karo (ICK).
Perwakilan ICK, Prof Sukarya Sinulingga, menilai pembangunan jalur alternatif dapat membantu mengurai sejumlah titik kemacetan yang selama ini kerap menghambat mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
“Atas nama masyarakat Karo kami sangat gembira dengan kabar ini. Tentunya kami akan terus mendukung penuh pembangunan ini,” kata Sukarya.
Dengan pembangunan jalur alternatif dan peningkatan sejumlah ruas jalan tersebut, Pemprov Sumut berharap arus kendaraan menuju kawasan wisata Berastagi dapat terbagi. Di sisi lain, jalur utama Jalan Jamin Ginting dapat lebih difungsikan untuk kendaraan logistik.
Sumber: Tribun Medan






















