TRABASNEWS – Musibah longsor terjadi di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (13/9/2026) sore. Material longsoran dari tebing menerjang sebuah rumah yang saat itu sedang menjadi lokasi berkumpulnya keluarga untuk acara arisan.
Dalam peristiwa tersebut, seorang anak perempuan bernama Nazila (9), warga Kampung Paya Reje, dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, belasan orang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, mengatakan longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.
“Material longsor dari tebing menimpa rumah warga yang saat itu sedang digunakan untuk kegiatan arisan keluarga,” ujar Andalika, Senin (14/9/2026).
Ia menjelaskan, rumah yang terdampak langsung merupakan milik Aliah (74). Saat kejadian, sejumlah anggota keluarga dari Kampung Paya Reje dan Kampung Bintang sedang berkumpul di lokasi.
“Korban meninggal dunia atas nama Nazila, berusia 9 tahun. Jenazahnya telah dibawa ke rumah duka di Kampung Paya Reje,” katanya.
Sementara itu, sejumlah korban yang mengalami luka-luka telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Datu Beru, Takengon.
Adapun warga yang mengalami luka-luka di antaranya Rosita, Nurzanah, Halimatus, Anisa, Aliah dan Safri yang merupakan warga Kampung Sanehen. Selain itu, terdapat sejumlah korban dari wilayah lain, yakni Sulis, Yuhana dan Naumi dari Kampung Paya Reje, Sahril dan Juraini dari Genuren Bintang, Raimah dari Belang Gele serta Ruhdi dari Paya Kolak Belang Jorong.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, longsor juga mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Dua rumah di Dusun I Kampung Sanehen, masing-masing milik Aliah dan Idham Halid, dilaporkan mengalami kerusakan berat. Rumah milik Nuhayati di Dusun V juga mengalami kerusakan berat.
Sementara rumah milik Rosita di Dusun I mengalami kerusakan sedang. Sejumlah rumah lainnya milik Jarkasi dan Syahfitra turut terdampak akibat bencana tersebut.
Longsor juga sempat mengganggu akses transportasi di beberapa titik. Jalan Takengon-Bintang di kawasan Pagar Merah sempat tertutup material longsor, namun setelah dilakukan pembersihan jalur tersebut kembali dapat dilalui sekitar pukul 20.00 WIB.
Sedangkan di jalur Pepalang-Berawang Gading, Kampung Kuyun, material longsor telah dibersihkan. Namun, kerusakan pada Jembatan Aramco membuat akses di kawasan tersebut masih mengalami gangguan.
Andalika mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan di Aceh Tengah masih cukup tinggi.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati, terutama saat hujan deras dan berada di sekitar kawasan perbukitan atau lereng yang berpotensi mengalami longsor,” pungkasnya.
Sumber : Kompascom



















