TRABASNEWS – Peserta Sidang Munaqasyah Syekh Muda dan Syarifah Angkatan ke-36 mendapatkan pembekalan mengenai adab, fiqih, serta tingkatan kaji sebagai bagian dari persiapan mengikuti rangkaian sidang.
Pembekalan yang berlangsung pada hari kedua kegiatan, Rabu (7/10/2026), menjadi momentum bagi para peserta untuk memperdalam pemahaman keilmuan sekaligus mempersiapkan diri secara mental dan spiritual sebelum mengikuti proses Munaqasyah.
Materi pembekalan disampaikan Syekh Muda Ruslan Sueb yang membimbing materi adab dan tingkatan kaji, serta Syekh Muda Muhammad Soleh yang memberikan pemahaman mengenai fiqih.
Dalam pembekalan tersebut, peserta diingatkan bahwa ilmu tidak cukup hanya dipahami secara teori. Pengetahuan yang diperoleh selama proses pembelajaran harus mampu diwujudkan dalam sikap, perilaku dan kehidupan sehari-hari.
Syekh Muda Ruslan Sueb menekankan bahwa adab menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan seorang salik. Adab tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga tercermin dalam hubungan dengan guru, sesama jemaah, keluarga dan lingkungan sekitar.
“Adab merupakan bagian penting dalam perjalanan kita. Ilmu yang dipelajari harus tercermin dalam sikap dan perilaku, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan bersama orang lain,” ujar Ruslan dalam pembekalan tersebut.
Selain adab, materi mengenai tingkatan kaji juga menjadi perhatian peserta. Pemahaman terhadap tingkatan kaji diharapkan dapat membantu peserta memahami proses perjalanan spiritual sekaligus membentuk sikap dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Sementara itu, Syekh Muda Muhammad Soleh memberikan pembekalan mengenai fiqih. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta agar ilmu yang telah dipelajari dapat diterapkan secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi diskusi, salah seorang peserta, Mhd. Nurkholis, mengajukan pertanyaan terkait tingkatan kaji maiyyah. Ia juga menyampaikan kondisi batin yang masih diliputi kesedihan dan keresahan dalam menjalani kehidupan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Syekh Muda Ruslan Sueb menjelaskan bahwa perjalanan spiritual merupakan proses yang membutuhkan tahapan dan kesungguhan. Setiap kondisi yang dialami seseorang dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran dan perjalanan dirinya.
“Semua adalah proses. Kondisi yang kita alami saat ini sesuai dengan proses yang kita jalani,” jelas Ruslan.
Ia juga mengingatkan peserta mengenai pentingnya riyadhoh dan mujahadah dalam perjalanan thariqat. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi bagian dari proses melatih dan mendidik diri agar seseorang semakin bersungguh-sungguh dalam melakukan perbaikan.
Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Sidang Munaqasyah Syekh Muda dan Syarifah Angkatan ke-36. Selain menguji pemahaman keilmuan, proses tersebut juga diharapkan membentuk kesiapan peserta dari sisi adab, mental dan spiritual.
Dengan pembekalan yang diberikan, para peserta diharapkan mampu mengikuti tahapan Munaqasyah dengan lebih matang serta memahami bahwa ilmu, adab dan penerapannya dalam kehidupan merupakan bagian yang saling berkaitan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Munaqasyah ke-36 TNAJ yang berlangsung di Bandar Tinggi, Simalungun, dalam rangka memperkuat pemahaman dan kesiapan para peserta dalam menjalani tahapan perjalanan keilmuan dan spiritual.
Sumber: Tazkiyah Media






















