TRABASNEWS– Upaya mendorong kemandirian ekonomi umat terus dikembangkan Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ). Salah satunya melalui pembangunan Gedung TNAJ yang berada di kawasan Simpang Pintu Tol Indrapura, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Gedung yang memiliki konsep arsitektur klasik tersebut merupakan bagian dari gagasan Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah, Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi, S.Ag., M.Hum.
Keberadaan gedung ini tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat berkumpul, tetapi juga diarahkan menjadi ruang pengembangan usaha bagi jemaah sekaligus wadah pemasaran berbagai produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Konsep tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk membangun ekosistem ekonomi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi jemaah dan masyarakat.
Disiapkan Menjadi Kafe Bernuansa Klasik
Gedung TNAJ nantinya dirancang memiliki fungsi yang cukup beragam. Salah satu fasilitas yang dipersiapkan adalah kafe dengan nuansa klasik.
Di dalamnya tersedia area kafe, ruang VIP hingga ruang pertemuan yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Konsep kafe juga akan menghadirkan sajian minuman tradisional, termasuk ramuan jamu.
Letaknya yang berada tidak jauh dari kawasan pintu tol membuat gedung tersebut memiliki potensi menjadi tempat persinggahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan melintasi kawasan Indrapura.
Selain menjadi tempat bersantai, Gedung TNAJ juga akan diarahkan sebagai lokasi pemasaran produk UMKM yang diproduksi para jemaah.
Dengan konsep tersebut, produk-produk jemaah diharapkan tidak hanya dikonsumsi oleh lingkungan internal, tetapi dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang datang ke lokasi.
Gagasan “Logika Harus Dibarengi Logistik”
Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan berpikir dan kesiapan sumber daya dalam membangun sebuah kegiatan usaha.
Gagasan itu dirangkum dalam prinsip yang ia sampaikan, yakni “logika harus dibarengi dengan logistik.”
Menurutnya, sebuah gagasan membutuhkan perencanaan dan kemampuan berpikir yang matang. Namun, ide tersebut juga harus didukung sumber daya serta sarana yang memadai agar dapat diwujudkan secara nyata.
Gedung TNAJ menjadi salah satu bentuk penerapan gagasan tersebut. Fasilitas yang dibangun diharapkan dapat menjadi ruang bagi jemaah untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran produk serta membangun aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
“Logika harus dibarengi dengan logistik,” demikian gagasan Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi dalam mendorong penguatan ekonomi umat.
Dengan kehadiran Gedung TNAJ, jemaah diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan potensi ekonomi sekaligus membangun jaringan usaha.
Seorang jemaah bahkan menggambarkan suasana yang diharapkan hadir di tempat tersebut dengan ungkapan sederhana namun penuh kelakar.
“Masuk galau, keluar bedelau,” ujarnya sembari tersenyum.
Pembangunan Gedung TNAJ tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi, pertemuan dan pengembangan usaha masyarakat.
Sumber: Tazkiyah Media























