TRABASNEWS – Sebuah aksi kepahlawanan yang luar biasa datang dari medan latihan militer internasional. Serka Edi Sutono, prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat, menunjukkan keberanian dan keterampilan luar biasa saat menyelamatkan nyawa seorang tentara Filipina di tengah latihan militer bersama di udara.
Insiden dramatis ini terjadi dalam rangkaian Latihan Bersama (Latma) Dolphine-XVII/2025, yang melibatkan Kopassus dan Special Forces Regiment (Airborne) dari Angkatan Darat Filipina. Latihan ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral di bidang pertahanan dan peningkatan interoperabilitas pasukan elite kedua negara.
Ketegangan terjadi ketika salah satu peserta latihan dari Filipina, SSg Jonathan Sabado, mengalami kegagalan pada parasut utamanya saat melakukan penerjunan bebas dari ketinggian rendah (low altitude free fall). Dalam kondisi darurat dan hanya memiliki waktu hitungan detik sebelum menyentuh tanah, situasi menjadi sangat genting.
Namun, berkat refleks cepat dan keberanian tinggi, Serka Edi Sutono yang berada tidak jauh dari Sabado di udara, berhasil merespons secara instingtif. Ia dengan sigap menghampiri rekan Filipinanya dan membantu membuka parasut cadangan tepat waktu, sehingga nyawa Sabado dapat terselamatkan dari kemungkinan kecelakaan fatal.
Atas tindakan heroik tersebut, Komandan Special Operations Command (SOCOM) Angkatan Darat Filipina, Mayor Jenderal Ferdinand B. Napuli, secara resmi menganugerahkan Military Merit Medal kepada Serka Edi Sutono. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas keberanian, dedikasi, dan kemanusiaan yang diperlihatkan prajurit Kopassus tersebut di tengah latihan militer.
Dalam keterangan resmi dari Penkopassus yang dirilis pada Senin (28/7), aksi Edi tidak hanya menyelamatkan nyawa, namun juga memperkuat hubungan militer kedua negara.
“Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas keberanian dan dedikasi, sekaligus simbol kuatnya solidaritas dan kerja sama antara Kopassus dan Special Forces Regiment (Airborne) Angkatan Darat Filipina,” tulis pernyataan resmi Penkopassus.
Serka Edi Sutono sendiri dikenal sebagai prajurit yang berpengalaman dalam operasi lintas udara dan telah menjalani berbagai pelatihan ekstrem. Aksi penyelamatan ini menambah catatan prestasi luar biasa yang dimiliki oleh satuan elite Kopassus dalam panggung internasional.
Sumber: Indonesiadefense