TRABASNEWS – Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah atau Februari 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) di kawasan Medan Utara. Masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada 18 hingga 22 Februari 2026.
Prakirawan dari Stasiun Meteorologi Maritim Belawan menjelaskan bahwa potensi rob dipicu oleh aktivitas pasang air laut yang cukup tinggi, ditambah pengaruh dinamika atmosfer dan fenomena alam lainnya. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan genangan di sejumlah titik pesisir.
Wilayah yang berisiko terdampak meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Ketinggian pasang diperkirakan melampaui 2,3 meter dan berpotensi mencapai sekitar 2,6 meter, dengan waktu pasang maksimum diprediksi terjadi pada dini hari hingga pagi serta siang menjelang sore.
BMKG menilai kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, termasuk transportasi laut, kegiatan bongkar muat di pelabuhan, serta mobilitas warga di sekitar kawasan pantai. Karena itu, masyarakat diminta rutin memantau pembaruan informasi cuaca maritim guna meminimalkan dampak yang mungkin timbul.
Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi
Selain ancaman rob, sejumlah wilayah di Sumatera Utara juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. Dalam sepekan terakhir, curah hujan tinggi telah tercatat di beberapa titik pengamatan.
Kondisi ini dipengaruhi adanya pertemuan dan belokan angin di wilayah Sumut yang berkaitan dengan sirkulasi siklonik di perairan sekitar Kalimantan dan Samudera Hindia barat Aceh. Di sisi lain, sistem tekanan rendah di Samudera Hindia barat daya Pulau Sumatera turut menyebabkan perlambatan dan penumpukan massa udara.
Data pengamatan menunjukkan curah hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat sempat terjadi di sejumlah pos pemantauan, termasuk wilayah Teluk Dalam dan beberapa stasiun pengamatan lain di Sumut. Faktor suhu muka laut yang relatif hangat serta kondisi atmosfer yang labil semakin mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan deras.
BMKG mengimbau masyarakat tetap siaga terhadap potensi genangan, banjir, serta angin kencang yang dapat menyertai hujan lebat. Warga di daerah rawan bencana diminta memastikan saluran air berfungsi dengan baik dan menghindari aktivitas di area berisiko saat cuaca ekstrem berlangsung.
Sumber: VIVA Medan

















