TRABASNEWS – Setelah hampir dua pekan terendam banjir, kondisi di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mulai menunjukkan perbaikan. Pada Minggu (7/12/2025), sejumlah titik yang sebelumnya tergenang air setinggi lutut hingga pinggang, kini mulai surut.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan di Jalan Pemuda dan Jalan Khairil Anwar yang sebelumnya mencapai 80 sentimeter, telah turun menjadi sekitar 30 sentimeter. Arus lalu lintas pun berangsur normal. Kendaraan roda dua, mobil, hingga warga yang berjalan kaki sudah dapat melintas tanpa kendala berarti.
Perahu dan sampan yang sebelumnya digunakan sebagai sarana mobilitas darurat kini ditarik dari lokasi. Sejumlah warga yang sempat mengungsi juga terlihat mulai membereskan barang-barang mereka sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Warga Mulai Bersih-Bersih Rumah
Di sepanjang kawasan permukiman dekat jalan utama, aktivitas pembersihan rumah mulai terlihat. Warga mengangkat perabotan yang terendam lumpur, sementara beberapa warung kecil yang sempat tutup mulai kembali membuka usaha.
Riko, salah seorang warga, mengatakan air tampak mulai mengering sejak malam sebelumnya. Ia menilai penyusutan banjir terjadi setelah proses perbaikan pada tanggul yang sebelumnya jebol.
“Beberapa hari ini juga tidak turun hujan, jadi air cepat surut. Syukurlah kondisi sudah membaik,” ujar Riko saat ditemui di Jalan Khairil Anwar.
Meski begitu, Riko menegaskan bahwa warga masih memerlukan perhatian pemerintah pascabencana. Menurutnya, banyak rumah rusak dan barang-barang warga tidak dapat diselamatkan.
“Selama banjir kami tidak bisa bekerja. Rumah rusak, barang-barang penuh lumpur. Pemerintah jangan tutup mata. Kalau kemarin bantuan sulit masuk karena akses terputus, sekarang sudah tidak ada alasan lagi,” tambahnya.
Sebagian Wilayah Masih Tergenang
Kendati sebagian wilayah telah mengering, beberapa titik lainnya masih terendam cukup dalam. Di Desa Pekubuan, misalnya, ketinggian air masih sekitar 80 sentimeter sehingga warga belum bisa kembali ke rumah.
Di wilayah tersebut, jalanan masih sulit diakses dan rumah-rumah warga tampak tetap tergenang. Warga berharap pemerintah mempercepat penanganan agar kondisi kembali normal.
Sumber: Kompascom


















