TRABASNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I mencatat keberadaan 14 titik panas (hotspot) di sejumlah daerah di Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini menandakan meningkatnya potensi kebakaran lahan dan hutan di wilayah tersebut.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Putri Diana, menyampaikan bahwa belasan titik panas itu tersebar di enam kabupaten/kota, yakni Kabupaten Batubara, Karo, Nias Utara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, serta Kota Medan.
Selain ancaman karhutla, BMKG juga memprediksi adanya potensi hujan di beberapa wilayah Sumut. Pada siang hari, hujan diperkirakan turun di Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Utara. Sementara pada malam hari, hujan berpeluang terjadi di Asahan, Deliserdang, Binjai, Labuhanbatu, serta Kabupaten Samosir.
Secara umum, suhu udara di Sumatera Utara berada pada kisaran 14 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 70–100 persen dan kecepatan angin sekitar 3–12 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah pesisir barat dan sebagian lereng timur Sumut. Hujan dengan intensitas sedang di daerah tersebut berpotensi memicu banjir dan tanah longsor.
BMKG juga menjelaskan bahwa cuaca cerah hingga cerah berawan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh minimnya pertumbuhan awan hujan serta dominasi massa udara kering di lapisan bawah atmosfer. Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi dan memicu peningkatan suhu, terutama di kawasan perkotaan.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat keberadaan titik panas menunjukkan kondisi vegetasi yang sangat kering dan mudah terbakar.
Sumber: Tribun Medan

















