TRABASNEWS– Aksi kekerasan terjadi di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Kamis (26/2/2026) pagi. Seorang mahasiswi berinisial FAP (23) menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh rekan satu kampusnya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.20 WIB di lantai dua gedung kampus saat korban tengah menunggu jadwal sidang skripsi. Korban yang diketahui berasal dari Bintan, Kepulauan Riau, tiba-tiba diserang hingga mengalami sejumlah luka serius.
Video pascakejadian sempat beredar di media sosial dan memperlihatkan korban dalam kondisi terkapar dengan luka di beberapa bagian tubuhnya.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyampaikan bahwa terduga pelaku berinisial RM (22), mahasiswa asal Bangkinang, telah diamankan aparat kepolisian.
“Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan diduga sudah merencanakan perbuatannya. Ia datang dengan membawa dua senjata tajam,” ujar Pandra kepada awak media.
Polisi mengungkapkan, pelaku membawa parang dan kapak ke lokasi kejadian. Dugaan sementara, aksi tersebut dipicu kekecewaan karena pernyataan cinta pelaku terhadap korban tidak mendapat respons yang diharapkan.
Kondisi Korban
Akibat serangan itu, korban mengalami luka di bagian kepala dan lengan. Terdapat lebih dari dua luka akibat sabetan senjata tajam. Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani visum.
Pihak kepolisian menyebut kondisi korban saat ini stabil. Namun, untuk perawatan lanjutan yang lebih intensif, korban direncanakan akan dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Riau.
Pelaku Diamankan
Aksi pelaku berhasil dihentikan berkat kesigapan mahasiswa lain dan petugas keamanan kampus yang segera mengamankan terduga pelaku di lokasi. Selanjutnya, pelaku dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari penyelidikan sementara, pelaku dan korban diketahui saling mengenal dan tercatat sebagai mahasiswa aktif di Fakultas Syariah kampus tersebut.
Kepolisian memastikan proses hukum akan dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan scientific crime investigation guna mengungkap secara detail kronologi serta motif di balik insiden tersebut.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika.
Sumber : Akurat.co


















