TRABASNEWS – Dompet Dhuafa terus memperluas upaya penanganan banjir yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Hingga Rabu (3/12), lembaga kemanusiaan tersebut mencatat sebanyak 9.663 penyintas telah menerima berbagai bentuk bantuan.
Dalam laporan terbarunya, Dompet Dhuafa menyebut layanan yang diberikan meliputi evakuasi 153 jiwa, distribusi makanan siap saji, suplai air bersih, pendirian dapur umum, pos hangat, aksi pembersihan lingkungan, hingga program pendampingan psikososial untuk anak-anak terdampak.
Untuk memperkuat respon di tiga provinsi tersebut, Dompet Dhuafa menurunkan 72 personel, dua unit mobil taktis, serta tujuh kendaraan operasional yang disiagakan di titik-titik terdampak.
Pada konferensi pers, Dian Mulyadi, Deputy Corporate Secretary Dompet Dhuafa, menegaskan komitmen lembaga dalam memastikan layanan darurat tersalurkan secara merata.
“Kami bergerak cepat agar penyintas dapat memperoleh bantuan paling mendesak. Seluruh personel kami kerahkan untuk memastikan distribusi tepat sasaran,” ujar Dian.
Ia juga didampingi Taqi, perwakilan dari Disaster Management Center (DMC), yang melaporkan kondisi terkini dari berbagai wilayah terdampak.
“Pos layanan di setiap area aktif menyalurkan logistik, menyediakan layanan medis, dan memperluas area evakuasi,” jelasnya.
Sementara itu, Sulaiman, Ketua Forum Zakat Sumatera Utara, menyampaikan bahwa kolaborasi lembaga-lembaga zakat di Sumut membantu menjangkau lokasi-lokasi yang sebelumnya sulit diakses.
“Banyak titik terisolasi kini sudah mendapatkan bantuan berkat sinergi antar lembaga zakat. Kolaborasi ini memastikan bantuan lebih merata,” tuturnya.
Kehadiran Chiki Fawzi, artis dan influencer yang turut terjun langsung menyalurkan bantuan, memberi semangat tambahan. Ia mengajak para kreator dan figur publik untuk turut serta menyuarakan isu kemanusiaan.
“Semakin banyak yang peduli, semakin cepat masyarakat bisa bangkit. Saya ajak teman-teman influencer ikut membantu,” ujarnya.
Dompet Dhuafa menambahkan bahwa layanan di Sumatera dan Aceh akan terus diperkuat. Selain dukungan medis melalui unit Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) dan distribusi logistik, lembaga tersebut juga berencana mendirikan pos Wi-Fi serta gerai cuci guna mendukung kebutuhan para penyintas dan relawan selama masa pemulihan.

















