TRABASNEWS – Dua warga di kawasan Medan-Binjai ditemukan meninggal dunia setelah banjir besar melanda wilayah Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, sejak Kamis (27/11/2025) dini hari. Keduanya diketahui sebelumnya menolak saat diajak warga untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Korban pertama, seorang wanita lansia bernama Cahaya Khairani Pohan (68), ditemukan dalam kondisi terlentang di dapur rumahnya di Komplek Abdul Hamid. Menurut keterangan tetangga, Supriati, sehari sebelumnya korban telah diajak pergi ke posko BPBD, namun ia memilih bertahan di rumah.
“Sudah kami ajak ngungsi, tapi beliau nggak mau,” ujar Supriati, Jumat (28/11/2025).
Cahaya yang hidup seorang diri diketahui memiliki riwayat diabetes dan kesulitan berjalan, sehingga harus memakai tongkat. Warga menduga ia terpeleset di dalam rumah saat banjir setinggi sekitar 1,5 meter merendam kawasan itu, lalu tidak mampu bangkit hingga akhirnya tenggelam.
Tak jauh dari lokasi tersebut, warga juga menemukan seorang pria paruh baya yang meninggal tersangkut di batang pohon rambutan. Ia diduga terseret arus deras setelah tetap bertahan di rumahnya saat banjir naik.
“Informasinya, korban juga menolak dievakuasi. Katanya dia memilih tetap di atap rumah,” kata Supriati.
Banjir besar yang melanda wilayah Medan dan sekitarnya turut menyebabkan kerusakan, warga mengungsi, serta memutus akses jalan, termasuk ruas penghubung Medan-Binjai. BPBD masih terus melakukan penyisiran dan evakuasi warga di titik-titik terdampak.
Sumber: Detik


















