TRABASNEWS – Bencana banjir bandang serta tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatra selama sepekan terakhir terus menunjukkan perkembangan memprihatinkan. Tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—masih berjuang menghadapi dampak besar yang memutus akses jalan, merusak fasilitas umum, serta membuat penanganan korban dan distribusi bantuan terhambat.
Hingga Jumat (5/12) pagi, jalur vital Lembah Anai di Tanah Datar, Sumatra Barat masih ditutup total setelah terputus pada akhir November lalu. Kerusakan pada infrastruktur di berbagai titik menyebabkan proses evakuasi dan pencarian korban belum berjalan optimal.
Lonjakan Korban Jiwa dan Daftar Hilang
Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 836 korban meninggal dunia dari tiga provinsi terdampak.
– Aceh: 325 orang
– Sumatra Utara: 311 orang
– Sumatra Barat: 200 orang
Sementara itu, jumlah korban hilang mencapai 518 jiwa, terdiri dari 170 di Aceh, 127 di Sumut, dan 221 di Sumbar. Operasi pencarian masih dilakukan tim SAR gabungan dengan hambatan cuaca serta akses yang belum sepenuhnya terbuka.
Pengungsi Terjangkit Penyakit
Di berbagai titik pengungsian, terutama di Aceh, kondisi kesehatan warga mulai memburuk. Para pengungsi dilaporkan mengalami flu, demam, batuk serta penyakit kulit, diperparah dengan kurangnya obat-obatan dan tenaga medis.
Sebanyak 204 fasilitas kesehatan—termasuk rumah sakit dan puskesmas—dilaporkan rusak. Beberapa rumah sakit yang masih berdiri pun belum dapat beroperasi maksimal karena keterbatasan pasokan BBM untuk mesin genset.
Bau Bangkai Mulai Tercium di Aceh Tamiang
Situasi di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu yang paling mengkhawatirkan. Warga terpaksa tidur di pinggir jalan karena rumah mereka hancur, sambil menunggu bantuan yang belum merata. Di sejumlah lokasi, bau bangkai mulai menyeruak, diduga berasal dari hewan yang mati terseret banjir atau bahkan korban manusia yang belum ditemukan.
Laporan kondisi di lapangan yang diteruskan kepada pemerintah daerah mengungkap kemungkinan banyaknya jenazah yang belum berhasil dievakuasi.
Akses Mulai Terbuka namun Masih Terbatas
Kabar baik mulai datang dari jalur darat menuju Aceh Tamiang yang dilaporkan telah bisa ditembus melalui Langkat, Sumatra Utara. Hal ini memberikan harapan percepatan distribusi bantuan logistik dan medis.
Dukungan pasokan listrik juga mulai bergerak, dengan PLN mengerahkan puluhan genset untuk menyalakan beberapa wilayah. Kendati demikian, pemulihan masih berlangsung secara bertahap dan belum menjangkau seluruh titik terdampak.
sumber: CNN Indonesia


















