TRABASNEWS – Sosok perwira polisi yang terlibat dalam kasus penembakan remaja hingga meninggal dunia di Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap. Polisi tersebut diketahui bernama Inspektur Satu (Iptu) Nasrullah Muntu.
Saat ini, Iptu Nasrullah telah ditetapkan sebagai tersangka atas kematian seorang remaja bernama Bertrand Eko Prasetyo (18). Setelah penetapan tersangka, yang bersangkutan langsung ditempatkan dalam penempatan khusus (patsus) di lingkungan Polda Sulawesi Selatan.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa proses hukum terhadap perwira tersebut sedang berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami memastikan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dilakukan secara profesional dan transparan,” ujar pihak kepolisian terkait penanganan kasus tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Banyak pihak kemudian menyoroti rekam jejak karier Nasrullah yang sebelumnya dikenal pernah menorehkan prestasi dalam tugas kepolisian.
Beberapa tahun lalu, Iptu Nasrullah sempat menjadi perhatian publik setelah berhasil membantu mengungkap kasus penculikan balita asal Makassar bernama Bilqis Ramdhani.
Dalam operasi pencarian tersebut, Nasrullah yang saat itu menjabat Kanit Reskrim Polsek Panakkukang memimpin tim gabungan bersama Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar. Balita tersebut akhirnya ditemukan di wilayah pedalaman Jambi, tepatnya di kawasan komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin.
Keberhasilan pengungkapan kasus penculikan itu membuat Nasrullah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Makassar.
Dalam perjalanan kariernya, Nasrullah diketahui memulai pengabdian di kepolisian dari pangkat Bintara. Ia mengikuti pendidikan Diktukba pada tahun 2005 sebelum kemudian melanjutkan karier hingga menjadi perwira melalui Sekolah Inspektur Polisi (SIP) pada tahun 2020.
Kariernya terus berkembang hingga akhirnya memperoleh pangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu) pada tahun 2025.
Selain pengalaman tugas di lapangan, Nasrullah juga memiliki latar belakang pendidikan yang cukup panjang. Ia pernah menempuh pendidikan Diploma III Keperawatan pada 2011, kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar sarjana.
Ia juga menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Muslim Indonesia pada 2019, dan pada tahun 2025 meraih gelar doktor (S3) Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin.
Kasus penembakan yang menyeret nama Iptu Nasrullah kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mengungkap secara utuh kronologi serta penyebab terjadinya insiden tersebut.
Sumber: Tribun


















