TRABASNEWS – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban diketahui bernama Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari berusia 32 tahun.
Jenazah Florencia ditemukan pada Senin (19/1/2026), dua hari setelah pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) mengalami kecelakaan pada Sabtu (17/1/2026). Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, masih mengenakan seragam pramugari dan tersangkut di dahan pohon pada lereng curam di tepi jurang.
Lokasi penemuan berada sekitar 500 meter di bawah puncak Gunung Bulusaraung, dengan medan yang sangat terjal dan berbahaya. Proses evakuasi pun berlangsung sulit karena kabut tebal, hujan, serta jalur licin yang membatasi jarak pandang tim pencari.
Anggota Tim Arai Sulsel bernama Saipul menjadi orang pertama yang menemukan jasad Florencia. Ia mengaku mulai curiga setelah melihat sejumlah pohon patah dan bebatuan yang berserakan di sekitar lokasi pencarian.
“Sekitar pukul dua siang korban kedua ditemukan. Posisinya kurang lebih 100 meter sebelum titik kepala pesawat,” ujar Saipul.
Kecurigaan tersebut mendorong Saipul menyisir sisi lereng lainnya. Dugaan itu terbukti ketika ia menemukan tubuh korban berada di sela-sela dahan pohon, dengan name tag masih melekat di pakaian yang dikenakannya.
Tim SAR memastikan kondisi medan yang ekstrem menjadi tantangan utama selama proses pencarian. Meski demikian, upaya penyisiran terus dilakukan untuk menemukan korban lainnya serta bagian-bagian pesawat yang masih tercecer di kawasan pegunungan.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan investigasi terkait penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut. Sementara itu, keluarga korban telah mendapatkan pendampingan dan dukungan dari pihak maskapai serta otoritas terkait.
Sumber: Kompas

















