TRABASNEWS – Kondisi mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Suska Riau yang menjadi korban pembacokan di lingkungan kampus masih memprihatinkan. Korban saat ini menjalani perawatan intensif dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad.
Presiden Mahasiswa UIN Suska Riau, Muhammad Asdilfi, menyampaikan bahwa insiden tersebut murni merupakan tindakan pribadi pelaku dan berada di luar kendali pihak kampus.
“Kejadian seperti ini bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Semua di luar kendali kampus, ini murni perbuatan pribadi pelaku,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, begitu menerima informasi kejadian, pihak mahasiswa langsung bergerak cepat mendampingi korban untuk mendapatkan penanganan medis. Korban sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Arifin Achmad untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami langsung temani korban sejak di RS Bhayangkara hingga dipindahkan ke RSUD Arifin Achmad untuk tindakan lanjutan,” jelasnya.
Luka Serius di Kepala dan Tangan
Asdilfi mengungkapkan, korban mengalami luka bacok serius di bagian kepala serta patah tulang pada tangan. Operasi pertama telah dilakukan, dan korban dijadwalkan menjalani operasi lanjutan.
“Keadaan korban sangat memprihatinkan, ada luka bacok di kepala dan tangan yang patah. Operasi pertama sudah dilakukan dan akan dilanjutkan dengan operasi berikutnya,” ungkapnya.
Terkait pelaku, ia menyebut bahwa yang bersangkutan masih satu program studi dengan korban di Fakultas Syariah dan Hukum. Berdasarkan informasi dari rekan-rekan sekelas, pelaku dikenal sebagai pribadi yang tertutup.
“Informasi yang kami terima, diduga persoalan asmara yang ditolak korban menjadi pemicu pelaku melakukan tindakan tersebut,” terangnya.
Saat ini, keluarga korban telah berada di Pekanbaru untuk mendampingi proses perawatan. Sementara mengenai keluarga pelaku, pihak kampus belum memperoleh informasi lebih lanjut.
Berbagai sumber

















