TRABASNEWS – Cuaca panas terik beberapa hari terakhir dirasakan masyarakat di Kota Medan, Sumatera Utara. Kondisi ini terjadi karena sebagian besar wilayah Medan telah mulai memasuki periode musim kemarau.
Prakirawan dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Fauziah Fitri Damanik, menjelaskan bahwa meningkatnya suhu udara pada siang hari merupakan dampak dari perubahan musim tersebut.
“Sebagian besar wilayah Kota Medan memang sudah mulai memasuki musim kemarau, sehingga suhu udara pada siang hari terasa lebih panas,” ujar Fauziah, Jumat (6/3/2026).
Berdasarkan data pemantauan BMKG, suhu udara di wilayah Sumatera Utara pada hari ini berada pada kisaran 13 hingga 35 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara berkisar 72 hingga 100 persen, dengan kecepatan angin sekitar 4 hingga 11 kilometer per jam.
Selain Medan, sejumlah daerah lain di Sumatera Utara juga tercatat mengalami suhu yang cukup tinggi. Di antaranya Kabupaten Batubara dengan suhu antara 23 hingga 33 derajat Celsius, Deli Serdang berkisar 15 hingga 32 derajat Celsius, serta Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan yang mencapai 34 derajat Celsius pada siang hari.
BMKG juga mendeteksi adanya enam titik panas (hotspot) di beberapa wilayah Sumatera Utara. Titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Asahan sebanyak satu titik, Deli Serdang empat titik, serta satu titik di Kota Medan.
Menurut BMKG, kemunculan titik panas ini perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan apabila kondisi cuaca kering terus berlangsung.
Masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan selama cuaca panas serta menghindari aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang mulai melanda wilayah Sumatera Utara.
Sumber: Detik

















