TRABASNEWS – Panglima TNI Agus Subiyanto memerintahkan seluruh prajurit Tentara Nasional Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan dengan status Siaga Satu. Instruksi ini diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika keamanan global, khususnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah serta perkembangan situasi nasional.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa perintah tersebut merupakan bagian dari tugas pokok TNI sebagaimana diatur dalam undang-undang, yakni menjaga dan melindungi keutuhan bangsa serta wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sesuai amanat undang-undang, salah satu tugas utama TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari berbagai ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara,” ujar Aulia dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan operasional merupakan hal penting bagi TNI agar mampu merespons setiap perkembangan situasi strategis, baik di tingkat internasional, regional, maupun nasional.
“TNI harus memiliki kesiapan operasional yang tinggi. Salah satunya diwujudkan melalui pengecekan kesiapan pasukan secara rutin serta pemeliharaan kemampuan tempur prajurit,” jelasnya.
Perintah siaga tersebut tertuang dalam telegram Panglima TNI bernomor TR/283/2026 yang ditandatangani Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Bobby Rinal Makmun. Dalam instruksi itu terdapat sejumlah langkah yang harus dilaksanakan oleh seluruh satuan TNI.
Beberapa di antaranya adalah menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista), meningkatkan patroli di objek vital strategis serta pusat perekonomian seperti bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, terminal bus, hingga instalasi kelistrikan.
Selain itu, Komando Pertahanan Udara Nasional juga diminta melakukan deteksi dini dan pengamatan udara selama 24 jam guna memastikan keamanan wilayah udara Indonesia.
Di sisi lain, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI turut diperintahkan memantau kondisi di negara-negara yang terdampak konflik serta melakukan pemetaan kemungkinan evakuasi warga negara Indonesia jika situasi semakin memburuk.
Melalui langkah ini, TNI memastikan kesiapan penuh seluruh jajaran untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan nasional.
Sumber : Tribun Medan


















