TRABASNEWS — Kabar duka datang dari SMP Negeri 19 Kota Tangerang Selatan. Seorang siswa bernama Muhammad Hisyam meninggal dunia pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB setelah sebelumnya diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya.
Kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho, mengungkapkan bahwa ia menerima kabar meninggalnya Hisyam sesaat setelah salat Subuh. Menurut keluarga, Hisyam ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa ketika hendak dibangunkan.
“Pihak keluarga mengabarkan bahwa Hisyam sudah tidak ada saat dibangunkan pagi tadi,” ujar Alvian saat ditemui di Serpong, Tangerang Selatan.
Dirawat Seminggu di Rumah Sakit
Hisyam menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak Kamis pekan lalu, tak lama setelah mediasi antara keluarga korban dan terduga pelaku dilakukan. Selama dirawat lebih dari satu minggu, kondisi Hisyam terus mengalami penurunan.
Alvian menegaskan bahwa Hisyam tidak memiliki penyakit bawaan apa pun sebelum kejadian dugaan kekerasan tersebut.
“Tidak ada riwayat penyakit sebelumnya,” jelasnya.
Mengenai isu adanya tumor, pihak keluarga belum memperoleh penjelasan pasti dari pihak medis. Hingga kini, penyebab kematian Hisyam masih menunggu hasil pemeriksaan dokter.
Dugaan Pemukulan di Belakang Kepala
Keluarga meyakini kondisi Hisyam memburuk setelah dugaan pemukulan yang mengenai bagian belakang kepalanya.
“Belum ada hasil pastinya, tapi kondisinya menurun setelah kejadian pemukulan di bagian belakang kepala,” kata Alvian.
Kasus ini telah dilaporkan keluarga melalui Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa dugaan perundungan terjadi pada Senin (10/11/2025) saat jam istirahat. Hisyam disebut mengalami kekerasan di dalam kelas, di mana kepalanya diduga dijedotkan ke kursi besi oleh teman sebangkunya berinisial RI.
Kepala SMPN 19 Tangsel, Frida Tesalonik, membenarkan adanya insiden tersebut dan menyebut pihak sekolah telah melakukan mediasi dengan keluarga kedua pihak.
Sumber : Tribun


















