TRABASNEWS – Lebih dari sepuluh hari setelah bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, proses pemulihan dinilai masih berjalan lambat. Hingga kini, pemerintah pusat juga belum menetapkan status bencana nasional atas musibah tersebut.
Bencana alam yang terjadi telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Ratusan warga dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan rumah rusak parah akibat terjangan banjir bandang yang membawa material kayu besar dari kawasan hutan.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh mengambil langkah dengan meminta dukungan internasional. Pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga kemanusiaan asing untuk mempercepat penanganan masa darurat dan pemulihan pascabencana.
Permintaan ini tidak lepas dari pengalaman Aceh saat menghadapi bencana tsunami pada 2004 silam, ketika bantuan dari berbagai negara dan organisasi internasional berperan besar dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan bahwa saat ini Aceh membutuhkan keterlibatan lebih luas dari komunitas internasional, termasuk lembaga seperti UNICEF, UNDP, dan organisasi kemanusiaan lainnya.
“Pemerintah Aceh membuka ruang seluas-luasnya bagi keterlibatan lembaga kemanusiaan, baik lokal, nasional, maupun internasional, demi mempercepat pemulihan daerah terdampak,” ujar Muhammad MTA, Minggu (14/12/2025).
Ia menyebutkan, hingga saat ini sudah ada puluhan lembaga kemanusiaan yang terlibat aktif di lapangan. Tercatat sebanyak 77 lembaga dengan hampir dua ribu relawan telah terdaftar secara resmi dan bekerja di bawah koordinasi Desk Relawan BNPB serta Posko Penanganan Bencana Aceh.
Para relawan berasal dari berbagai organisasi nonpemerintah yang fokus pada bidang kemanusiaan, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berjalannya proses pemulihan.
“Atas nama masyarakat Aceh dan para korban bencana, Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta kontribusi seluruh lembaga dan relawan yang telah membantu,” tambahnya.
Pemerintah Aceh berharap dukungan internasional dapat mempercepat perbaikan infrastruktur, pemulihan sosial, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana.
Sumber: Tribun Medan


















