TRABASNEWS – Letnan Kolonel Infanteri Paulus Pandjaitan kini mengemban amanah baru sebagai Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 18/Trisula/2 Kostrad. Perwira menengah TNI Angkatan Darat tersebut resmi menggantikan Kolonel Inf Risa W. P. Setyawan dalam upacara serah terima jabatan yang digelar pada Kamis, 22 Januari 2026.
Brigif 18/Trisula merupakan satuan tempur di bawah Divisi Infanteri 2 Kostrad, yang memiliki peran strategis dalam menjaga kesiapsiagaan dan kekuatan pertahanan darat nasional. Prosesi sertijab dipimpin langsung oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayor Jenderal TNI Primadi Saiful Sulun.
Dalam arahannya, Pangdivif 2 Kostrad menekankan pentingnya kepemimpinan yang memberi teladan, mampu mengayomi prajurit, serta siap menjalankan setiap tugas negara dengan penuh tanggung jawab.
Letkol Inf Paulus Pandjaitan dikenal sebagai perwira berlatar belakang Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dengan pengalaman panjang di bidang intelijen dan operasi khusus. Ia juga merupakan putra dari Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.
Lahir pada 21 Mei 1980, Paulus menempuh pendidikan umum di Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan. Ia kemudian melanjutkan studi ke luar negeri, termasuk di Macquarie University, Sydney, Australia. Untuk pendidikan militer, Paulus mengikuti berbagai kursus dan sekolah pengembangan, termasuk pendidikan staf dan komando di United States Army Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Amerika Serikat.
Sebelum menjabat Danbrigif 18/Trisula, Paulus pernah dipercaya sebagai Asisten Penasihat Militer Republik Indonesia di Amerika Serikat. Di lingkungan Kopassus, ia mengisi berbagai posisi penting mulai dari komandan satuan tempur hingga jabatan staf intelijen strategis.
Dalam kariernya, Letkol Inf Paulus Pandjaitan juga tercatat mengikuti sejumlah penugasan operasi, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk misi perdamaian PBB di Lebanon serta operasi pengamanan di wilayah Papua. Atas pengabdian tersebut, ia menerima sejumlah tanda kehormatan dan satyalancana dari negara.
Dengan pengalaman operasi, pendidikan internasional, serta rekam jejak di satuan elite, Paulus diharapkan mampu membawa Brigif 18/Trisula semakin profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.
Sumber: Tribun

















