TRABASNEWS – Bobby Nasution angkat bicara terkait mundurnya enam pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam kurun waktu kurang dari satu tahun masa kepemimpinannya. Ia menilai pengunduran diri tersebut sebagai langkah yang tepat apabila seorang pejabat merasa tidak mampu menunjukkan kinerja yang baik.
Saat ditemui di Kantor Gubernur Sumut, Sabtu (14/2/2026), Bobby menegaskan bahwa mundur dari jabatan bukan hal yang keliru apabila memang tidak dapat menjalankan tugas secara optimal.
“Kalau kepala dinasnya buruk, mundur aja enggak apa-apa. Itu kan lebih bagus dibilang seperti itu… Dibandingkan sok mau paling betul, tapi kinerjanya enggak ada. Apa yang mau dibangun, kalau mau kayak gitu,” ujarnya.
Ia juga membantah anggapan yang menyebut mundurnya para pejabat tersebut dipicu oleh ekosistem kepemimpinan yang tidak kondusif. Menurutnya, keputusan mundur merupakan pilihan pribadi masing-masing pejabat, sementara pemerintah memiliki sistem penilaian kinerja tersendiri.
“Kalau memang mau mundur dengan alasan apapun, kita punya penilaian masing-masing, kita di sini bukan mau menjatuhkan orang, bukan mau menilai orang baik atau buruk,” katanya.
Bobby bahkan menegaskan bahwa sebagian besar pejabat yang mengundurkan diri memiliki catatan evaluasi yang kurang baik dalam penilaian internal.
“Tapi kalau misalnya kenapa (pejabat itu) mengundurkan diri, oh ini karena pengelolaan (kepemimpinan saya) tidak bagus, nanti kita buka semua (kinerja) yang mundur-mundur ini, penilaian nya kayak mana. Hampir semuanya ini buruk semua yang mengundurkan diri. Alhamdulillah tahu diri,” tegasnya.
Daftar Pejabat yang Mundur
Dua pejabat terbaru yang mengundurkan diri adalah Kepala Dinas PUPR Sumut Hendra Darmawan dan Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut Fitra Kurnia pada 9 Februari 2026. Hendra menyatakan tidak mampu bekerja maksimal, sementara Fitra memilih mundur untuk fokus mengurus keluarga.
Sebelumnya, empat pejabat lain juga telah lebih dulu menanggalkan jabatan mereka:
Rajali, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura, mundur pada 20 Oktober 2025 dengan alasan kesehatan.
Hasmirizal, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), mengundurkan diri pada 14 Oktober 2025 karena ingin memberi perhatian lebih kepada keluarga.
Muhammad Rahmadani, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), mundur pada 16 Mei 2025 untuk melanjutkan pendidikan.
Ilyas Sitorus, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, mengajukan pensiun dini pada 24 Maret 2025
Kasus Ilyas menjadi perhatian publik karena pengajuan pensiun dini dilakukan sehari sebelum dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan software perpustakaan digital di Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara tahun 2021 dengan nilai kerugian negara mencapai Rp1,8 miliar.
Meski terjadi gelombang pengunduran diri, Bobby memastikan jalannya pemerintahan tetap stabil. Evaluasi kinerja disebut terus dilakukan guna memastikan target pembangunan di Sumatera Utara berjalan sesuai rencana.
Sumber: Kompas

















