TRABASNEWS – Sebuah video yang memperlihatkan kericuhan antara aparat TNI dan sekelompok masyarakat di Aceh viral di media sosial. Video tersebut dinarasikan sebagai aksi kekerasan TNI terhadap warga yang disebut sedang membawa bantuan banjir ke Aceh Tamiang.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang berpakaian sipil berdiri di atas truk konvoi. Sebagian di antaranya terlihat mengibarkan bendera bulan bintang yang selama ini identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Di sisi lain, terlihat pula prajurit TNI berseragam lengkap membawa senjata laras panjang. Peristiwa tersebut terekam pada malam hari dengan penerangan yang minim.
Narasi yang menyertai video di beberapa platform media sosial menyebutkan bahwa insiden itu merupakan tindakan represif TNI terhadap masyarakat sipil. Bahkan, video serupa beredar dengan sudut pengambilan gambar berbeda dan disertai keterangan yang menyebut aksi tersebut sebagai tindakan brutal aparat terhadap penyintas banjir.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menyayangkan adanya narasi menyesatkan yang dinilai berpotensi mendiskreditkan institusi TNI.
Menurut Freddy, peristiwa tersebut memang terjadi, namun konteksnya berbeda dengan yang dinarasikan di media sosial. Kericuhan bermula pada Kamis, 25 Desember 2025, dan berlanjut hingga Jumat dini hari di wilayah Kota Lhokseumawe.
Ia menjelaskan, saat itu sekelompok masyarakat melakukan konvoi dan berkumpul di sejumlah titik. Dalam kegiatan tersebut, sebagian peserta mengibarkan bendera bulan bintang serta meneriakkan yel-yel yang dinilai berpotensi memancing reaksi publik dan mengganggu ketertiban umum, terutama di tengah situasi pemulihan pascabencana di Aceh.
“TNI sangat menyayangkan beredarnya konten dengan narasi yang tidak benar. Informasi tersebut berpotensi menyesatkan publik dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar Freddy saat dikonfirmasi.
TNI, lanjutnya, tetap berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat.
Sumber: Tribun Medan


















