TRABASNEWS – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu (10/10/2026) menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir. Ratusan warga terdampak dan sebagian lainnya terpaksa meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Berdasarkan pendataan sementara Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Barat hingga Minggu (11/10/2026) pukul 03.34 WIB, banjir terjadi di tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah dan Nanggalo.
Enam kelurahan yang terdampak meliputi Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang dan Gurun Laweh.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan data sementara menunjukkan terdapat 225 kepala keluarga atau 498 jiwa yang terdampak langsung banjir.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 672 jiwa. Sebagian besar pengungsi berada di wilayah Kecamatan Kuranji.
“Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Ratusan Warga Berhasil Dievakuasi
Dalam penanganan bencana tersebut, tim SAR gabungan telah melakukan evakuasi terhadap 238 warga dari sejumlah lokasi yang dinilai berbahaya.
Para pengungsi kemudian ditempatkan di beberapa titik yang telah disiapkan. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga.
Kemudian, 250 warga mengungsi di Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, sedangkan 55 jiwa lainnya berada di Warung Jembatan Guo.
Pemerintah bersama unsur terkait juga mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak.
Sejumlah bantuan telah disalurkan, antara lain 500 bungkus nasi, 100 selimut, 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga, 16 paket pakaian anak serta 30 unit kasur.
Bantuan tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji.
Ratusan Personel Dikerahkan
Penanganan banjir juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah hingga relawan dan masyarakat.
Polda Sumatera Barat mengerahkan ratusan personel gabungan dari Brimob, Direktorat Samapta, Polairud, Polresta Padang serta unsur SAR dan Basarnas.
Petugas disebar ke sejumlah titik yang terdampak banjir, di antaranya Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa dan Sungai Lareh.
Dalam proses evakuasi di wilayah yang ditangani kepolisian, seluruh warga berhasil dipindahkan ke lokasi aman. Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak terdapat laporan korban jiwa.
Selain membantu proses evakuasi, petugas juga mendirikan posko kesehatan dan posko SAR untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Polda Sumbar bahkan menyiagakan sekitar 250 personel untuk melakukan patroli keamanan di kawasan permukiman yang ditinggalkan warga karena mengungsi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan sekaligus memastikan rumah-rumah warga tetap dalam kondisi aman selama ditinggalkan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia. Petugas turut membantu memenuhi kebutuhan pakaian bagi warga yang terdampak dan mengalami kondisi basah akibat banjir.
Pemerintah dan tim gabungan masih melakukan pemantauan serta pendataan terhadap kondisi banjir di sejumlah wilayah Kota Padang. Masyarakat di kawasan rawan diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya genangan susulan.
Sumber: Tirto.id























