TRABASNEWS – Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan disambut antusias ribuan warga. Namun, tidak semua pendaftar berhasil mendapatkan tiket karena kuota yang terbatas.
Salah satu warga yang harus menerima kenyataan pahit adalah Yuni, mahasiswi asal Gunung Tua, Kabupaten Padanglawas Utara. Ia mengaku sudah datang sejak pukul 06.00 WIB untuk mengantre tiket keberangkatan. Meski telah menunggu berjam-jam, ia tetap tidak kebagian kursi.
“Saya sudah antre dari pagi, tapi ternyata kuotanya sudah habis,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurut Yuni, situasi di lokasi pendaftaran menjadi kurang tertib ketika kuota untuk rute Sibuhuan dinyatakan penuh. Antrean untuk tujuan tersebut berada bersebelahan dengan barisan tujuan Gunung Tua. Saat petugas mengumumkan tiket ke Sibuhuan habis, sejumlah pendaftar beralih dan menyerobot ke antrean Gunung Tua.
Akibatnya, warga yang sejak awal tertib mengantre harus kehilangan kesempatan mendapatkan tiket mudik gratis.
Program mudik gratis Pemkot Medan tahun ini menyediakan sekitar 4.000 tiket yang langsung ludes dalam satu hari pendaftaran. Tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan besar akan fasilitas transportasi yang terjangkau menjelang Lebaran 2026.
Menanggapi keluhan warga, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan kuota yang tersedia.
“Kami memahami kekecewaan masyarakat. Karena kuota terbatas, tidak semua bisa terakomodasi,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Suriono menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat menjelang hari raya. Ke depan, pihaknya akan mengevaluasi sistem pendaftaran agar lebih tertib dan merata. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pembatasan jumlah tiket per kepala keluarga (KK), misalnya dua hingga tiga orang per KK.
Skema tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat program sehingga lebih banyak keluarga yang terbantu, meskipun dalam satu rumah tangga tidak seluruh anggota bisa difasilitasi.
Selain pembatasan per KK, penambahan kuota juga menjadi opsi yang akan dirumuskan untuk pelaksanaan mudik gratis berikutnya.
Sumber: Kompas


















