TRABASNEWS — Pemerintah resmi membuka peluang kerja besar-besaran melalui rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Program ini menyediakan puluhan ribu posisi yang ditujukan untuk memperkuat ekonomi desa dan sektor nelayan di berbagai daerah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pada tahap awal tersedia 35.476 formasi. Rinciannya, sekitar 30.000 posisi untuk manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 5.476 lainnya untuk pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan pembentukan hingga 40.000 koperasi yang mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini. “Fase awal ini difokuskan untuk membangun puluhan ribu koperasi agar bisa segera berjalan,” ujarnya.
Terkait besaran gaji, Zulkifli menegaskan bahwa penetapannya bukan berada di bawah kewenangannya. Menurutnya, nominal upah akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan seperti D3 hingga S1, dan ditentukan oleh kementerian terkait.
Sementara itu, Menteri PAN-RB Rini Widyantini menegaskan bahwa para peserta yang lolos seleksi tidak akan digaji melalui APBN. Mereka akan berstatus sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan sistem kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Para manajer Kopdes nantinya ditempatkan di bawah entitas BUMN, seperti PT Agrinas Pangan Nusantara dan PT Agrinas Jaladri Nusantara. Dengan skema tersebut, penghasilan mereka mengikuti kebijakan perusahaan masing-masing.
“Kalau ASN digaji dari APBN, tetapi untuk posisi ini statusnya pegawai BUMN, sehingga penggajiannya mengikuti aturan di BUMN,” jelas Rini.
Sebagai gambaran, kisaran gaji di lingkungan BUMN cukup bervariasi tergantung jabatan. Posisi manajerial bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan, sementara level staf berkisar antara Rp5 juta hingga Rp12 juta. Adapun posisi teknis dan lapangan umumnya berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp9 juta.
Dengan sistem tersebut, besaran gaji manajer Kopdes Merah Putih nantinya akan sangat bergantung pada jabatan, tanggung jawab, serta kondisi perusahaan tempat mereka bernaung.
Program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan koperasi yang lebih profesional.
Berbagai sumber



















