TRABASNEWS – Kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, menewaskan 16 orang. Seluruh korban kini telah berhasil diidentifikasi pihak kepolisian.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, insiden tragis tersebut melibatkan Bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL dengan truk tangki BBM bernopol BG-8196-QB.
“Total korban ada 20 orang, terdiri dari 16 meninggal dunia, tiga luka berat, dan satu luka ringan,” ujar Nandang, Kamis (7/5/2026).
Dari 16 korban meninggal dunia, terdapat pasangan suami istri bersama anak mereka yang ikut menjadi korban. Mereka adalah Aldi Sulistiawan, istrinya Rani, dan anak mereka Bela.
Berikut daftar korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut:
Aryanto (49), sopir truk tangki BBM asal Lubuk Linggau.
Martono (48), penumpang truk tangki asal Muratara.
Alif (44), sopir Bus ALS asal Jawa Tengah.
Saf (50), kernet Bus ALS asal Medan.
Maleh (42), kru Bus ALS asal Medan.
Relodo, penumpang Bus ALS.
Zulkifli, penumpang Bus ALS.
Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.
Rani, penumpang Bus ALS.
Bela, anak Aldi dan Rani.
Clinton, penumpang Bus ALS asal Siborongborong.
Hisyamsiah Bachri, penumpang asal Medan.
Sukardi, penumpang asal Medan.
Salim, penumpang asal Medan.
Budiyanto, penumpang asal Kisaran.
Zulfan Efendi, sopir Bus ALS.
Sementara itu, empat korban selamat masih menjalani perawatan dan pemulihan akibat luka bakar maupun luka ringan.
Polisi menduga kecelakaan bermula saat Bus ALS yang melaju dari Semarang menuju Medan berusaha menghindari lubang di badan jalan. Namun sopir diduga kehilangan kendali hingga bus masuk ke jalur kanan dan bertabrakan dengan truk tangki dari arah berlawanan.
Benturan keras membuat kedua kendaraan langsung terbakar hebat di lokasi kejadian.
Di sisi lain, duka mendalam menyelimuti keluarga Aryanto, sopir truk tangki BBM yang turut tewas dalam insiden tersebut. Istrinya, Usbapermi, mengaku syok setelah menerima kabar suaminya meninggal dunia.
“Tak bisa berkata-kata saya,” ungkap Usbapermi saat ditemui di RS Siti Aisyah Lubuklinggau.
Ia mengatakan, sebelum kejadian sang suami sempat pulang ke rumah dan menanyakan apakah ada titipan yang ingin dibeli.
“Tidak ada firasat. Dia sempat mampir dan bilang mau titip beli nanas tidak,” katanya.
Aryanto diketahui meninggalkan tiga orang anak. Keluarga menyebut komunikasi terakhir berlangsung seperti biasa tanpa firasat apa pun sebelum kecelakaan maut itu terjadi.
Sumber : Tribun Medan



















