TRABASNEWS – Nasib malang dialami Guntur Sugoro (41), seorang penjaga malam di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi korban begal bersenjata di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Akibat kejadian itu, Guntur mengalami luka tembak di bagian punggung dan hingga kini peluru masih bersarang di tubuhnya karena keterbatasan biaya pengobatan.
Saat ditemui di RS Pirngadi Medan, Selasa (19/5/2026), Guntur mengaku belum mampu menjalani operasi pengangkatan peluru.
“Pelurunya belum diambil karena tidak ada biaya. Luka saya cuma diperban saja, tapi dokter bilang saya sudah boleh pulang,” ujar Guntur.
Ia menjelaskan, setelah penembakan terjadi dirinya sempat mengalami sesak napas hingga harus mendapatkan penanganan medis darurat. Awalnya ia dibawa ke klinik terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Pirngadi Medan.
“Pas sampai di rumah sakit langsung dipasang selang karena ada penggumpalan di paru-paru. Saya sesak napas akibat luka tembak itu,” katanya.
Peristiwa pembegalan tersebut terjadi di Jalan Pasaribu, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, Guntur tengah dalam perjalanan dari rumahnya di kawasan Medan Perjuangan menuju rumah rekannya di Desa Saentis.
Ia mengaku berniat meminjam uang sebesar Rp200 ribu kepada temannya lantaran belum menerima gaji dan membutuhkan biaya makan sehari-hari.
“Saya mau pinjam uang sama kawan sekitar Rp200 ribu untuk biaya makan karena belum gajian,” ucapnya.
Dalam perjalanan, Guntur diduga dihadang oleh sekitar lima orang pelaku begal. Selain merampas barang korban, para pelaku juga menembak punggung Guntur hingga membuatnya terkapar.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan korban dan kini masih melakukan penyelidikan.
“Laporannya sudah kami terima dan saat ini masih dalam penyelidikan,” kata Adrian.
Sumber: Detikcom




















