TRABASNEWS – Masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 19 hingga 21 Agustus 2026.
Peringatan tersebut mencakup potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta angin kencang di sejumlah daerah.
BMKG membagi peringatan berdasarkan tingkat potensi cuaca. Zona kuning menunjukkan kemungkinan hujan sedang hingga lebat, sedangkan zona oranye menandakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, peringatan angin kencang juga dikeluarkan untuk beberapa wilayah.
Wilayah yang masuk zona kuning meliputi Humbang Hasundutan, Kepulauan Nias, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Labuhanbatu, dan Sibolga.
Sementara zona oranye mencakup Tapanuli Tengah, Deli Serdang, Medan, Binjai hingga Langkat. Khusus Medan, Deli Serdang, Binjai dan Langkat, hujan deras juga berpotensi disertai petir.
Untuk potensi angin kencang, BMKG memperingatkan wilayah Deli Serdang, Kota Medan, Binjai dan Langkat.
BMKG menyebut kondisi atmosfer tersebut dipengaruhi adanya belokan dan konvergensi angin di sekitar pantai timur Sumatera Utara serta anomali suhu muka laut yang relatif hangat.
Kondisi tersebut meningkatkan suplai uap air sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Dalam beberapa hari sebelumnya, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat telah tercatat di sejumlah daerah. Curah hujan mencapai 153 milimeter di Pos Hujan Hutabalang, Tapanuli Tengah, pada 13 Agustus, kemudian 108 milimeter di Tanjung Balai pada 14 Agustus.
Selain itu, curah hujan 76,2 milimeter tercatat di Serdang Bedagai pada 15 Agustus, serta sekitar 60 milimeter di Kota Binjai.
BMKG juga menjelaskan, pertumbuhan awan hujan masih berpotensi terjadi akibat belokan angin di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, aktivitas gelombang atmosfer, serta suhu muka laut yang hangat.
Cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang hari juga dapat menyebabkan peningkatan suhu permukaan. Kondisi tersebut kemudian memicu pemanasan permukaan dan meningkatkan ketidakstabilan atmosfer yang mendukung terbentuknya awan hujan.
Potensi cuaca tersebut dapat terjadi di sejumlah daerah, antara lain Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Mandailing Natal, Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat.
Peringatan ini menjadi perhatian penting mengingat cuaca ekstrem telah menyebabkan sejumlah kejadian di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir, termasuk hujan deras dan angin kencang yang berdampak pada permukiman warga.
Masyarakat diimbau tetap memantau informasi resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang maupun petir.
Sumber: Tribun Medan























