TRABASNEWS– Kunjungan ke Kabupaten Siak, Riau, menjadi pengalaman yang penuh kesan bagi Direktur Operasional PT Macan Sejahtera Cahaya, Kasim, SH., MH. Selain menjalani agenda silaturahmi dan kunjungan kerja, Kasim menyempatkan diri mengunjungi Istana Siak Sri Indrapura, serta berziarah ke makam Sultan Syarif Kasim II.
Bagi Kasim, kunjungan tersebut bukan sekadar perjalanan untuk melihat peninggalan sejarah. Berada langsung di kompleks Istana Siak membuat dirinya merasakan kedekatan dengan sejarah Kesultanan Siak dan perjuangan Sultan Syarif Kasim II dalam mempertahankan marwah serta kedaulatan bangsa.

Saat berada di Istana Siak, Kasim mengaku kagum melihat bangunan dan berbagai peninggalan sejarah yang masih terawat. Menurutnya, Istana Siak memiliki nilai sejarah yang sangat besar dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Riau.
“Saya merasa sangat senang, bangga sekaligus terharu bisa menginjakkan kaki di Istana Siak. Selama ini kita mengenal Sultan Syarif Kasim II melalui sejarah, tetapi ketika kita datang langsung ke tempat ini, rasanya ada pengalaman dan suasana yang berbeda,” ujar Kasim.

Ia mengatakan, berada di lingkungan istana membuat dirinya semakin menyadari bahwa bangsa Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan penuh perjuangan.
Menurut Kasim, sosok Sultan Syarif Kasim II tidak hanya penting bagi masyarakat Siak, tetapi juga menjadi salah satu tokoh yang memiliki jasa besar bagi Indonesia. Karena itu, menurutnya, generasi muda perlu mengenal dan menghargai sejarah perjuangan para pendahulu.

“Bagi saya, tempat ini bukan hanya bangunan bersejarah. Di sini ada nilai perjuangan, ada keteladanan dan ada pesan yang harus kita teruskan kepada generasi berikutnya. Kita harus menghargai jasa para pendahulu dan menjaga warisan sejarah yang ada,” katanya.
Usai mengunjungi Istana Siak, Kasim kemudian melanjutkan perjalanan untuk berziarah ke makam Sultan Syarif Kasim II. Suasana ziarah tersebut memberikan kesan tersendiri baginya.
Kasim mengaku merasakan suasana yang khidmat dan penuh penghormatan ketika berada di makam Sultan Syarif Kasim II. Ia memanjatkan doa sekaligus mengenang kembali perjuangan sang Sultan yang dikenal memiliki peran dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Ketika berziarah ke makam beliau, perasaan saya semakin haru. Kita datang untuk mendoakan seorang tokoh yang telah memberikan begitu banyak bagi bangsa dan masyarakat. Semoga perjuangan dan keteladanan Sultan Syarif Kasim II tetap dikenang dan menjadi inspirasi bagi kita semua,” ungkapnya.
Kasim menilai, perjalanan ke Istana Siak dan makam Sultan Syarif Kasim II menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan, persatuan dan kepedulian terhadap daerah serta bangsa.
Ia berharap keberadaan situs sejarah Kesultanan Siak terus mendapatkan perhatian dan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
“Semoga generasi muda semakin banyak yang datang ke sini, belajar sejarah dan memahami bahwa kemajuan yang kita rasakan hari ini tidak terlepas dari perjuangan orang-orang terdahulu. Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk menjadi pelajaran dalam membangun masa depan,” pungkas Kasim.























