TRABASNEWS – Perkembangan teknologi otomotif kembali menjadi perhatian setelah Tesla memperkenalkan konsep Roadster generasi terbaru yang diklaim mampu melakukan manuver di udara dengan dukungan teknologi pendorong dari SpaceX. Mobil sport listrik ini digambarkan menghadirkan kemampuan futuristis yang selama ini identik dengan kendaraan dalam film fiksi ilmiah.
Dalam laporan Warta Ekonomi yang diterbitkan Senin (19/10/2026), demonstrasi kendaraan tersebut disebut berlangsung di Texas, Amerika Serikat, pada 15 Oktober 2026. Roadster diperlihatkan melakukan sejumlah manuver, mulai dari melayang hingga bergerak melewati deretan kendaraan lain.
CEO Tesla, Elon Musk, kembali menempatkan inovasi sebagai daya tarik utama kendaraan listrik besutan perusahaannya. Namun, kemampuan yang diperlihatkan tersebut masih perlu ditelaah lebih jauh, terutama terkait aspek teknis, keselamatan, dan penerapannya dalam penggunaan sehari-hari.
“Tesla Roadster generasi terbaru menghadirkan gambaran baru tentang masa depan mobil sport listrik. Meski terlihat seperti kendaraan dari film fiksi ilmiah, kemampuan melayang dan bermanuver di udara tetap harus dibuktikan melalui pengujian teknis yang independen,” demikian gambaran mengenai tantangan yang masih dihadapi teknologi tersebut.
Mengandalkan Sistem Pendorong Gas Bertekanan
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah cold-gas thruster, yakni sistem pendorong yang memanfaatkan gas bertekanan untuk menghasilkan gaya dorong. Teknologi ini dikaitkan dengan pengembangan kendaraan melalui kolaborasi Tesla dan SpaceX.
Selain sistem pendorong, kendaraan tersebut juga disebut mengusung teknologi yang dirancang untuk meningkatkan daya cengkeram terhadap permukaan lintasan. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan performa kendaraan yang berbeda dari mobil sport konvensional.
Meski demikian, kemampuan melakukan manuver di udara tidak serta-merta menjadikan kendaraan tersebut sebagai mobil terbang yang dapat digunakan secara bebas seperti pesawat. Pengoperasian teknologi semacam ini membutuhkan pengujian menyeluruh, termasuk evaluasi stabilitas kendaraan, keselamatan pengguna, dan risiko terhadap lingkungan sekitar.
Performa Tinggi Masih Perlu Pembuktian
Tesla juga dikabarkan mengklaim Roadster terbaru mampu mencapai kecepatan 60 mil per jam atau sekitar 97 kilometer per jam dalam waktu kurang dari satu detik.
Kecepatan maksimum kendaraan tersebut disebut melampaui 370 kilometer per jam, sedangkan jarak tempuhnya diklaim mencapai sekitar 483 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Angka-angka tersebut tentu menarik perhatian penggemar otomotif dan teknologi kendaraan listrik. Namun, performa yang diumumkan perusahaan tetap perlu dibuktikan melalui pengujian independen terhadap kendaraan produksi, sehingga konsumen memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kemampuan sebenarnya.
Tiga Varian yang Disiapkan
Roadster terbaru disebut akan hadir dalam tiga konfigurasi, yakni Performance, Thrust, dan Rocket.
Varian Rocket digambarkan sebagai model paling ekstrem karena dikaitkan dengan penggunaan sistem pendorong untuk mendukung manuver udara. Kendati demikian, kemampuan tersebut masih menghadapi tantangan teknis dan belum dapat dianggap sebagai fitur yang siap digunakan secara umum di jalan raya.
Pengembangan kendaraan ini juga menjadi ujian bagi Tesla dalam menerjemahkan konsep futuristis menjadi produk yang aman, praktis, dan dapat diproduksi secara massal.
Produksi Ditargetkan Mulai 2028
Tesla menargetkan produksi Roadster generasi terbaru dimulai pada 2028. Rencana tersebut menjadi sorotan karena model ini pertama kali diperkenalkan pada 2017 dan mengalami penundaan selama bertahun-tahun.
Penyempurnaan teknologi, proses pengujian keselamatan, kesiapan produksi, serta pemenuhan regulasi menjadi sejumlah faktor yang akan menentukan realisasi target tersebut.
“Teknologi yang mengesankan perlu diikuti dengan bukti performa, kepastian jadwal produksi, dan jaminan keselamatan. Tanpa itu, kemampuan yang ditampilkan masih sebatas potensi yang perlu dibuktikan,” menjadi catatan penting dalam menilai prospek kendaraan tersebut.
Kehadiran Roadster juga memperlihatkan ambisi Tesla untuk terus memperluas batas pengembangan mobil listrik berperforma tinggi. Dukungan teknologi dari SpaceX menambah daya tarik proyek tersebut, meskipun penerapannya pada kendaraan konsumen masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Dengan konsep yang menyerupai mobil futuristis dalam film James Bond, Tesla Roadster terbaru berpotensi menjadi salah satu proyek otomotif paling menarik untuk dinantikan. Namun, publik masih perlu menunggu hingga kendaraan tersebut benar-benar diproduksi dan diuji untuk mengetahui apakah kemampuan melayang yang diklaim dapat diwujudkan secara aman dan praktis.
Sumber: Warta Ekonomi























