TRABASNEWS – Industri otomotif dunia tengah memasuki fase perubahan besar. Penjualan mobil baru berbahan bakar bensin untuk pertama kalinya tercatat berada di bawah separuh total pasar kendaraan global.
Berdasarkan data paruh pertama 2026 yang dirilis Mobility Global, penjualan kendaraan berbahan bakar bensin mencapai sekitar 20,25 juta unit. Angka tersebut turun sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan itu membuat pangsa mobil bensin menyusut menjadi sekitar 49 persen dari keseluruhan penjualan kendaraan baru dunia. Kondisi tersebut menjadi tonggak penting karena kendaraan berbahan bakar bensin telah mendominasi pasar otomotif selama puluhan tahun.
Di tengah penurunan tersebut, kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) justru menunjukkan pertumbuhan. Penjualannya mencapai sekitar 6,87 juta unit, atau meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, kendaraan listrik kini menyumbang sekitar 17 persen dari pasar kendaraan global.
Perubahan tren tersebut terlihat semakin kuat di sejumlah pasar otomotif utama. Di Tiongkok, penjualan kendaraan berbahan bakar bensin tercatat mengalami penurunan hingga 26 persen. Sementara di Eropa, penjualan mobil bensin turun sekitar 13 persen.
Sebaliknya, pasar kendaraan listrik di Eropa tumbuh signifikan. Penjualannya meningkat sekitar 32 persen pada periode yang sama.
Salah satu faktor yang turut memengaruhi perubahan perilaku konsumen adalah meningkatnya harga minyak akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Biaya operasional yang relatif lebih rendah menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika memilih kendaraan listrik.
“Perubahan ini menunjukkan bahwa pilihan konsumen terhadap kendaraan listrik semakin berkembang. Faktor biaya penggunaan, perkembangan teknologi, serta kondisi pasar energi menjadi bagian dari pertimbangan masyarakat dalam menentukan kendaraan,” ujar pengamat industri otomotif.
Selain kendaraan listrik murni, kendaraan hibrida juga mencatat pertumbuhan. Penjualan kendaraan hibrida secara global mencapai sekitar 7,27 juta unit, meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa transformasi industri otomotif tidak hanya berlangsung melalui kendaraan listrik berbasis baterai, tetapi juga melalui teknologi hibrida yang menggabungkan mesin pembakaran dengan sistem penggerak listrik.
Meski demikian, arah perubahan pasar di setiap negara tidak sepenuhnya sama. Kebijakan pemerintah, pembangunan infrastruktur pengisian daya, harga kendaraan, daya beli masyarakat, serta ketersediaan energi menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kecepatan peralihan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan berteknologi listrik.
“Elektrifikasi transportasi merupakan proses yang terus berkembang. Kecepatan perubahannya akan sangat bergantung pada kebijakan, infrastruktur dan kondisi pasar masing-masing negara,” kata pengamat tersebut.
Dengan kendaraan bensin kini menguasai kurang dari separuh penjualan mobil baru global, peta persaingan industri otomotif dunia memasuki babak baru. Mobil listrik dan hibrida semakin mengambil porsi pasar, sementara produsen kendaraan konvensional menghadapi tuntutan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan preferensi konsumen.
Berbagai sumber























