TRABASNEWS – Sebuah video rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang warga di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi sekitar 58 detik tersebut, terlihat seorang pria sedang duduk sambil memainkan telepon genggam. Tak lama kemudian, seorang pria lain datang dan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadapnya.
Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu.
Sosok pria yang diduga melakukan pemukulan dalam video tersebut disebut merupakan Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wisnu Perdana Putra.
Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kapolres, persoalan itu telah diselesaikan bersama pihak korban dan keluarganya.
“Informasi langsung dari Kapolres Kapuas Hulu, benar atas peristiwa tersebut. Namun, sudah diselesaikan dengan pihak korban dan keluarga korban,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026) malam.
Bambang menjelaskan, penyelesaian persoalan tersebut dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan yang mengarah pada mekanisme restorative justice atau keadilan restoratif.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah insiden tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan internal kepolisian, termasuk oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).
“Saya belum mendapatkan kabar terkait hal tersebut. Yang pasti, antara Kapolres Kapuas Hulu dengan korban maupun keluarga korban sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.
Berdasarkan pengamatan terhadap rekaman CCTV yang beredar, dugaan tindakan pemukulan terlihat pada detik ke-47. Sementara pada detik ke-57, tampak tindakan yang diduga berupa tamparan ke arah wajah korban.
Hingga berita ini ditulis, penyebab terjadinya insiden tersebut belum diketahui secara pasti. Pihak kepolisian juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai latar belakang peristiwa maupun kepastian adanya proses pemeriksaan etik terhadap Kapolres Kapuas Hulu.
Penyelesaian secara kekeluargaan tersebut menjadi perhatian publik, terutama terkait transparansi penanganan dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan seorang pejabat kepolisian.
Sumber: Tribun






















