TRABASNEWS – Peristiwa tragis menimpa tiga orang petani di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ketiganya meninggal dunia setelah tersambar petir ketika sedang berteduh di sebuah gubuk di area persawahan Desa Martellu, Kecamatan Laubaleng.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, hujan deras disertai petir mengguyur kawasan persawahan tempat para korban sedang bekerja.
Kapolsek Mardingding, AKP A. Nainggolan, menjelaskan bahwa ketiga korban awalnya sedang melakukan aktivitas bertani. Karena hujan semakin deras, mereka kemudian memutuskan untuk berteduh di sebuah gubuk.
“Awalnya ketiga korban sedang bekerja di area persawahan. Ketika hujan turun cukup deras disertai petir, mereka kemudian mencari perlindungan dengan berteduh di sebuah gubuk,” ujar AKP A. Nainggolan, Kamis (5/11/2026).
Namun, nahasnya, petir diduga menyambar lokasi tempat ketiganya berlindung hingga menyebabkan seluruh korban meninggal dunia.
“Dugaan sementara, sambaran petir mengenai lokasi tempat para korban berteduh sehingga mengakibatkan ketiganya meninggal dunia,” ungkapnya.
Ketiga korban masing-masing berinisial H.B. (31), R.G. (57), dan M.S.D. (13). Mereka diketahui merupakan warga Desa Martellu yang saat kejadian tengah bekerja mengolah lahan persawahan.
Usai kejadian, warga setempat langsung melakukan evakuasi terhadap ketiga korban menggunakan ambulans menuju Puskesmas Laubaleng.
“Setelah menerima informasi, ketiga korban dievakuasi oleh masyarakat menggunakan ambulans ke Puskesmas Laubaleng. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka masing-masing,” jelas Nainggolan.
Pihak kepolisian dari Polsek Mardingding juga telah menindaklanjuti kejadian tersebut setelah menerima laporan dari Kepala Desa Martellu.
Menyikapi peristiwa ini, AKP A. Nainggolan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat hujan deras yang disertai petir.
Ia mengimbau warga untuk segera menghentikan aktivitas di area terbuka apabila terjadi hujan petir dan mencari tempat perlindungan yang benar-benar aman.
Masyarakat juga diminta tidak berteduh di bawah pohon maupun gubuk terbuka, serta menjauhi area persawahan dan benda-benda yang berpotensi menghantarkan sambaran petir.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan saat hujan disertai petir. Sebaiknya hentikan kegiatan sementara dan tunggu sampai kondisi cuaca benar-benar aman,” tutupnya.
Sumber: Detik






















