TRABASNEWS – Duka mendalam menyelimuti insiden kecelakaan helikopter milik TNI Angkatan Darat yang tengah menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam peristiwa tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas pengabdian para prajurit yang telah menjalankan tugas kemanusiaan dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, menyampaikan rasa duka cita sekaligus penghargaan kepada para korban.
“Kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan jasa almarhum kepada bangsa dan negara,” ujar Berton dalam konferensi pers secara daring melalui kanal YouTube BNPB, Jumat (6/11/2026).
Berton juga menyampaikan doa agar seluruh pengabdian para prajurit mendapatkan balasan terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut.
“Semoga pengabdian dan perjuangan untuk kemanusiaan mendapat balasan terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa. Seluruh keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan,” tuturnya.
Peristiwa nahas tersebut melibatkan helikopter jenis Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) yang jatuh pada Rabu (4/11/2026).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa helikopter tersebut sebelumnya lepas landas dari Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang pada pukul 09.55 WIB.
Kecelakaan terjadi ketika helikopter sedang menjalankan proses pengambilan air laut untuk kegiatan pemadaman melalui metode water bombing.
Helikopter tersebut membawa delapan prajurit TNI dan sedang menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Sebelum jenazah Serda Heri Prasetyo ditemukan, dua prajurit lainnya lebih dahulu dinyatakan meninggal dunia, yakni Mayor Cpn Dudi dan Letnan Satu Cpn Hafiz.
Sementara itu, lima prajurit lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis. Mereka adalah Kapten Cpn Febri, Letda Cpn Frizz, Pratu Gilang, Serka Kadia, dan Kapten Suganda.
Jenazah Serda Heri Prasetyo kemudian berhasil ditemukan pada Jumat (6/11/2026) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
BNPB berharap pengorbanan para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan penghargaan terhadap seluruh personel yang terlibat dalam penanganan bencana.
Sumber: Kompascom





















