TRABASNEWS – Masyarakat di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya bibit siklon tropis 98B di kawasan Teluk Benggala. Fenomena cuaca tersebut berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Imbauan tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyusul potensi peningkatan pertumbuhan awan konvektif akibat keberadaan bibit siklon tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa kondisi ini perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
“Bibit siklon tropis 98B berpotensi mendukung pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan lebat hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang yang bersifat lokal, terutama pada siang hingga malam hari,” ujar Berton dalam keterangan pers, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, peningkatan intensitas hujan dapat memicu bencana seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor, terutama di daerah yang rawan bencana.
Berton juga mengingatkan masyarakat agar melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem.
“Masyarakat diimbau mengamankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berisiko saat angin kencang terjadi,” katanya.
Selain itu, warga yang tinggal di kawasan pesisir, termasuk nelayan, diminta memantau perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum memutuskan melaut.
Masyarakat yang bermukim di daerah perbukitan dan lereng juga perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi atau berlangsung dalam waktu lama.
BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang serta segera melakukan langkah penyelamatan apabila kondisi di lingkungan sekitar menunjukkan tanda-tanda bahaya.
Kewaspadaan diperlukan agar potensi dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan, terutama di wilayah yang memiliki riwayat banjir dan tanah longsor.
Berbagai sumber






















