TRABASNEWS – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak perlu dihentikan meski kasus keracunan yang dialami ratusan siswa terjadi di sejumlah daerah.
Menurut Bobby, persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem penyediaan dan distribusi makanan, bukan menjadi alasan menghentikan program tersebut.
“Yang kita dukung perbaikan MBG-nya, perbaikan penyalurannya, perbaikan mekanismenya, karena sebagian daerah masih membutuhkan,” kata Bobby saat ditemui wartawan di Jalan Letda Sujono, Medan, Rabu (8/9/2026).
Ia menekankan bahwa aspek keamanan dalam proses penyediaan hingga penyaluran makanan harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“MBG penyalurannya harus baik agar tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Bobby bahkan menyebut perbaikan sebagai hal utama yang harus dilakukan pemerintah dalam menyikapi berbagai persoalan pelaksanaan program MBG.
“Perbaikan itu kata kuncinya,” tegasnya.
Kondisi Siswa di Karo Terus Dipantau
Selain persoalan program MBG secara umum, Bobby juga menyoroti kondisi Febiola Purba (16), siswi SMA asal Kabupaten Karo yang mengalami gangguan kesehatan setelah diduga keracunan makanan MBG.
Febiola disebut telah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit selama lebih dari tiga minggu. Ia sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji Medan sebelum kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Adam Malik Medan.
Bobby mengatakan pemindahan tersebut dilakukan agar Febiola memperoleh penanganan medis yang lebih maksimal.
“Gangguan di sini apakah kita melihat berdasarkan tindakan medisnya, pemeriksaan dari medisnya, apakah pengaruh dari mood-nya atau sarafnya atau yang lainnya,” kata Bobby.
Ia memastikan kondisi Febiola masih dalam pemantauan dan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialaminya.
“Itu siswa kami, anak SMA kami yang menjadi pantauan kami juga. Bukan hanya gangguan sarafnya, tapi gangguan yang lain kita kroscek juga. Hari ini masih ada pengecekan,” ujarnya.
Pendampingan Akan Dilanjutkan
Bobby memastikan pemerintah daerah tidak akan melepas pendampingan terhadap Febiola selama proses pemulihan.
Menurut dia, penanganan tidak hanya melibatkan sektor kesehatan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumatera Utara juga dilibatkan karena terdapat dukungan psikologis yang dapat diberikan kepada korban.
“Akan kami dampingi terus selama ini, mungkin pendampingannya masuk ke Dinas Kesehatan Sumut saja. Hari ini penanganannya juga masuk ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di sana ada psikolog dan segala macam,” ungkap Bobby.
Kasus Febiola sebelumnya mencuat setelah dirinya mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan MBG pada 13 Agustus 2026. Kasus tersebut menjadi salah satu rangkaian persoalan keracunan yang terjadi setelah pelaksanaan program MBG di Sumatera Utara.
Di tengah munculnya kasus-kasus tersebut, Bobby tetap meminta agar program MBG tidak dihentikan. Ia memilih mendorong evaluasi dan pembenahan sistem supaya program yang masih dibutuhkan masyarakat tersebut dapat berjalan dengan standar keamanan pangan yang lebih baik.
Sumber: Kompas






















